Posted on January 9th, 2012
Beberapa waktu yang lalu, teman-teman dari penyedia konten atau CP (content provider) mengunjungi saya. Kedatangan mereka terkait dengan isu yang baru-baru ini menyebabkan dibekukannya layanan konten premium. Mereka cerita isu tersebut sangat memukul industri seluler juga konten.
Harus diakui, dampak buruk penghentian layanan ini memang lebih dirasakan para penyedia konten karena inti dari bisnis mereka adalah konten. Jika layanan konten harus dihentikan, praktis bisnis mereka tidak bisa berjalan.
Walaupun kemungkinan CP yang nakal itu memang bukan isapan jempol, namun tentunya tidak bisa kita anggap semua CP nakal. Sebaliknya, banyak sekali layanan konten yang menawarkan berbagai manfaat positif bagi pelanggannya, misalnya antara lain memudahkan pelanggan mengakses berita, mendapatkan lagu untuk hiburan, mengakses dakwah, juga memudahkan komunikasi dengan teman dan relasi.
Tahukah Anda? Indonesia merupakan pengguna layanan konten dan aplikasi dengan pertumbuhan yang sangat signifikan dan intensif. Hanya sayangnya, konten yang diakses memang kebanyakan masih berasal dari luar negeri seperti misalnya Facebook dan twitter. Harusnya kita sadar dan termotivasi agar di industri kreatif ini bisa menciptakan konten dan killer-app asli Indonesia. Tetapi melihat perkembangan saat ini, di mana geliat pengembangan aplikasi atau konten sangat pesat, saya yakin dengan potensi yang cukup besar, sebenarnya tinggal menunggu waktu yang tak lama kita bisa menjadi raja di negeri sendiri.
XL sangat mendukung pengembangan konten-konten lokal ini, termasuk di dalamnya RBT dari musisi lokal. Cukup besar perhatian XL untuk mengangkat eksistensi konten lokal dan industri kreatif pada umumnya. Harus disadari, di era digital yang terjadi saat ini dan kemungkinan berlanjut terus ke depan, industri komunikasi dan informasi akan sangat tergantung dengan ketersediaan konten-konten yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat atas berbagai hal.
Akhir kata, mari kita bangkitkan lagi industri konten nasional yang sehat. Jika Anda selaku pengguna layanan XL mengalami masalah terkait dengan layanan premium (Value Added Service/VAS), atau menemukan adanya penyedia konten yang nakal, mohon diinformasikan ke XL melalui email customerservice@xl.co.id agar dapat ditindaklanjuti demi kenyamanan Anda dan pengguna XL lainnya. Sementara untuk memeriksa layanan yang terdaftar di kartu XL Anda, bisa melalui *123*572#. (HS)
Sepakat pak, kita harus membangkitkan industri lokal khususnya konten spt penjelasan pak Hasnul diatas, pada dasarnya SDM kita mampu melakukan hal itu, akantetapi beberapa hal yg mungkin memperlambat laju industri konten lokal yakni permodalan dan kompetitor lluar yang sudah menjalar di Indonesia. tapi mau tidak mau kita harus menciptakan konten sendiri, agar ketergantungan kita terhadap negara lain bisa berkurang. kalau boleh mengutip kaTA2′NYA Bung Karno ‘ BERDIKARI ‘ dalam hal ini KHUSUSNYA industri konten Nasional.
Terima Kasih
Terima kasih atas opininya, Pak Hendri. Kita memang harus optimis bahwa kita bisa menjadi raja di negeri sendiri untuk industri konten kreatif, walaupun mungkin bukan hal yang gampang.
bisnis content adalah bisnis yang menarik bagi saya, begitu juga bagi industri telekomunikasi saat ini? ibarat televisi adalah peralatan (media), sedangkan kontent adalah program televisi dari beberapa stasiun televisi?
dahulu ada 2 atau 3 stasiun televisi? saat ini sudah hampir 10 dengan diperkaya dengan program yang menarik? sehingga penonton/masyarakat lebih menyukai menonton siaran/program asli indonesia?
bagaimana dengan content provider di indonesia apakah mampu seperti stasiun televisi? yang mampu memiliki program yang menarik?
agar content provider indonesia bisa sebuming stasiun televisi ? ada beberapa stakeholder yg terlibat didalamnya diantaranya:
1) Pemerintah —> selaku pembuat regulasi serta kebijakan yang win-win solution bagi pelaku content provider.
2) Masyarakat –> pengguna layanan yg diberikan oleh CP itu sendiri? seberapa besar keinginannya mengenai layanan CP itu sendiri dan layanan content seperti apa yg menarik buat mereka.
3) pihak perguruan tinggi (PT) –> aktif melakukan penelitian mengenai bisnis content, disamping itu memberikan materi kuliah tentang content apakah itu regulasinya, pembuatan isi content, maupun bisnis content itu sendiri.
4) pihak content provider itu sendiri –> hendaknya memiliki forum tersendiri dalam mendiskusikan mau dibawa kemana layanan content di Indonesia, bisa melakukan kerjasama denga pihak PT dan operator seluler selaku penyedia sarana jaringan.
saya kira hal ini yg dapat saya share di blog bapak? atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Mirza, opini yang sangat menarik untuk dicermati. Terima kasih sudah mau berbagi di sini.
Yang sangat mengganggu, banyak konsumen atau pelanggan yang terjebak dengan iklan di televisi, misal tekan *123*xx*xx*xx*xx#. Tanpa disadari oleh para pelanggan yang awam, ternyata dengan sendirinya langsung berlangganan konten tersebut tanpa tahu sebelumnya berapa biaya atau tarif premium yang terpaksa ditanggung. Mereka terpancing terutama bila konten itu menawarkan hadiah.
Saya pernah mengalami hal itu ketika sedang ekspedisi jauh di perkampungan. Saya menonton televisi. Langsung saya ketik sederet angak pada iklan konten tersebut karena penasaran memang. Lalu saya tidak tahu bagaimana cara menghentikan layanan itu atau UNREG ke nomor berapa… Untung layanan Call Centre sangat membantu, walau pulsa saya sempat ludes. Padahal saya sama sekali tidak merasa mendapat manfaat dari konten itu.
Peace!
Terima kasih atas tulisan bapak yang sangat berguna…
Terima kasih untuk komentarnya, Pak Verry. Jika Anda pengguna XL, maka Anda bisa cek layanan berlangganan Anda melalui *123*572#. Jika menemukan adanya layanan konten yang menjebak atau menipu, mohon bantuannya untuk melaporkan ke customer service XL agar dapat segera ditindaklanjuti.
Bangkit Indonesia! Jaya Indonesia!
Terima kasih atas komentarnya, AR.
Issue ini ibarat dua sisi mata uang Pak.
Di satu sisi dianggap merugikan, terutama jika tanpa pengertian yang mendalam. Sedangkan satu sisi lainnya sangat bermanfaat, jika dipahami secara cermat.
beberapa waktu lalu, saya sempat terlibat sebuah diskusi menarik dengan rekan kerja. beliau sempat berkenalan dengan beberapa orang yang biasa membuat aplikasi yang menarik dan bermanfaat. yang sangat membanggakan, ternyata orang – orang seperti sangat banyak. bahkan banyak diantara mereka yang masih dibangku kuliah. insan muda Indonesia ternyata disesaki oleh orang – orang kreatif…ini tentu saja berdampak positif dengan kemajuan IPTEK bangsa kita.jika ada media yang memberikan pemahaman ke khalayak bahwa tidak selamanya content aplikasi itu merugikan, tentu saja ini memberikan ruang lingkup lebih untuk berkreatifitas.
Sukses untuk kita, Pak Hasnul
Sukses Indonesia..
Terima kasih atas opininya yang sangat menarik, Pak Reza Abdali. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan juga pelaku industri konten kreatif di Indonesia.
Saya sangat setuju sekali pak, sebagai pengembang aplikasi/konten saya juga cukup prihatin ketika banyak sms premium cukup meresahkan masyarakat. Kini saatnya memberikan kepercayaan kembali kepada masyarakat, dimana sebenarnya banyak manfaat konten lokal bagi siapa saja, termasuk kita semua sebagai pengguna mobile data.
Mari kita bangun kembali industri konten kreatif di Indonesia. Terima kasih atas komentarnya, Pak R Verry Kurniawan.
assalammualaikum wr wb
Saya salut nih ama xl, barusan saya beli paket bb full service..seharga 49 ribu untuk tiga bulan..murah buanget..dan sore tadi beli galaxy tab seven plus..yg ternyata apa..?dibundel dengan xl internet unlimited..utk 6 bulan..luarbiasa produk xl. Salut utk xl dibawah kepemimpinan bapak..
Terima kasih atas komentarnya, Aji.
Kumpulan tulisan bapak kan bagus2 saya rasa bagus sekali untuk dibukukan
Terima kasih untuk komentarnya, Aji. Ide membuat buku ini menarik. Hehe.
Pemberitaan media mengenai content akhir-akhir ini berpokok pada 1 hal: sedot pulsa. Image “sedot pulsa” yang melekat pada CP memukul industri CP dan telco sebagai penyedia pipanya. Sehingga mata dan pikiran publik tertutup pada content yang sungguh bermanfaat, yang menjadi sumber pendapatan legal kreatif dari banyak pihak.
Tetapi saya selalu berpegang pada satu keyakinan kalau indsutri akan menemukan caranya untuk hidup dan berkembang.
Metode charging mungkin akan berevolusi, dari charge per download menjadi charge per paket. Misalnya: kalau kita ingin mengetahui pergerakan kurs mata uang asing, maka charge-nya tidak lagi per mata uang, tetapi 5 mata uang sekaligus, atau 1 mata uang untuk kurun waktu 5 hari terakhir. Kamus elektronik tidak di charge per download arti kata yg di entry, tetapi 1 charge untuk 5 kemungkinan arti dari 1 entry.
Saya juga yakin kalau Indonesia punya talenta-talenta besar yang mampu menghadirkan konten kreatif inovatif. Ditempat saya bekerja, pegawai yang menangani customer service memenangi kompetisi innovation 2009, dengan ide “shalat” reminder yg tersinkronisasi dengan time zone setting di handset. Dan aplikasinya ada di SIM card sehingga bersifat handset independent. Karyawan ini dihadiahi travelling selama 1 minggu ke Thailand, lengkap dengan akomodasi dan uang saku.
Pada suatu forum, seorang teman menceritakan rekannya yang mampu menjual gambar-gambar objek wisata Indonesia di Eropah, dan memberikan pemasukan EUR 300 per buku. Objeknya di tempat kita, tetapi dikemas dengan cara yang piawai, serta dipasarkan ke segmen yang tepat. Alangkah indahnya kalau kemampuan kreatif lokal mampu dikemas sedemikian menarik dan dijual tidak hanya di lokal, tapi global. Pak Hasnul dengan XL kiranya menemukan celah ini. Selamat tahun baru 2011 Pak, semoga sukses besar tahun ini.
Idenya menarik, Pak Binsar OS. Terima kasih atas komentarnya, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.
kenyataanya konten premium yang berguna bagi user terlalu sedikit, lebih banyak yang isinya jebak jebakan…
kadang maksa…
yang isinya begini,
#bukan dari provider yang atas sih…
“selamat, anda mendapatkan ringtone gratis lagu bla bla bla dari artis bla bla bla selama satu minggu, ketik DEL untuk menonaktifkan”
nah….
ni khan perampokan kecil kecilan,
klo kita balas DEL, khan kita bayar 300 perak,
klo kita nggak nggak kita DEL khan minggu depan kita dicharge 2000 perak per bulannya…
kecil memang, tapi klo dikalikan jutaan pelanggan, ini duit gede pakkk…
Terima kasih atas komentarnya, Pak Suke. Jika Anda menemukan masalah yang terkait dengan layanan konten XL, mohon diinformasikan melalui customer service XL agar dapat ditindaklanjuti.
tapi kadang konten2 ini banyak yang menyedot pulsa pak !!
Terima kasih atas komentarnya, Pak megi Tristisan. Jika Anda menemukan masalah yang terkait dengan layanan konten XL, mohon bantuannya untuk menginformasikan ke customer service XL agar ditindaklanjuti.
Semoga industri konten kreatif juga cocok untuk mahasiswa entrepreneurship di Universitas Ciputra Surabaya
Terima kasih atas komentarnya, Pak Titus Permadi. Saya rasa juga begitu, industri kreatif ini juga merupakan ladang potensial untuk para entrepreneur di Indonesia.
Semoga industri konten makin berfariatif dan bisa memberikan nilai lebih bagi generasi muda tidak hanya meraup keuntungan materi semata. Saya yakin XL bisa memberikan contoh sebagai oprator yang XLalu mengutamakan kepuasan pelanggan tidak sekedar slogan tapi bukti.
XLamanya Jaya
Terima kasih, Pak Saiful Rochman. Semoga industri ini bisa tumbuh berkembang dan menjadi salah satu penggerak roda ekonomi.
semangat pagi……
mau tanya pak,apakah blog ini bisa untuk saling tukar pikiran masalah operator,khususnya xl?
Terima kasih atas kunjungan Pak Ramlan. Jika ingin bertukar pikiran atau berdiskusi, silakan saja, Pak.
ditunggu kuis-kuis terbarunya