Hobi yang Menyehatkan

Posted on January 10th, 2010

Comment: 18 Comments »

Salah satu hobi yang cukup serius saya tekuni adalah golf. Mengapa gol? Kebanyakan orang bilang, ini olahraga yang bukan “olahraga”. Sudah mahal, elit, tapi tidak menyehatkan. Bagaimana mau sehat kalau di dalam lapangan pakai kendaraan dan kalau panas pakai payung? Belum lagi, image golf yang identik sebagai ajang lobi-lobi bisnis maupun politik?

Tapi, dalam pengalaman pribadi saya, sebenarnya tidak seperti itu. Saya menyukai golf karena bagi saya itu kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman, menghilangkan stres dan di atas semua itu, golf menyimpan keunikan tersendiri: golf adalah cerminan dari kehidupan kita. Golf adalah olahraga yang relatively pemainnya bertanding dengan diri sendiri, mengatasi handycap-nya sendiri, untuk memenangkan pertandingan. Dalam golf, saya melihat bayangan hidup sehari-hari tentang bagaimana orang mesti mengambil risiko, menghitung langkah, menentukan kapan mesti maju dan kapan saat untuk minggir sebentar dulu. Dari situ kita bisa melihat karakter orang. Mereka yang suka bermain golf, saya melihat, relatif lebih fleksibel dibandingkan dengan mereka yang tidak. Mungkin itulah yang menyebabkan orang beranggapan bahwa golf itu ajang lobi-lobi dan sarana untuk mencapai deal bisnis. Padahal, yang terjadi sebenarnya, ketika kita sedang golf, ada perasaan bahwa hal-hal yang kita omongkan jadi lebih mudah karena ada pengertian bersama. Orang senang membicarakan sesuatu ketika golf karena suasannya lebih rileks.

Saya jadi ingat pengalaman waktu masih menjabat sebagai general manager sales di Indosat dulu. Salah satu strategi yang saya terapkan adalah mengundang direksi sejumlah perusahaan untuk main golf bersama. Saya meminta para Direksi dan jajaran GM lainnya untuk menemani mereka. Namun, mereka tidak perlu berjualan sama sekali. Sebab, orang akan marah kalau ada traksaksi bisnis di lapangan golf. Jadi, apa yang mereka lakukan? Hanya menemani main, minta kartu nama, lalu sebelum berpisah minta contact person untuk follow up. That’s all. Tinggal tim Sales yang kemudian menindaklanjuti ke contact person yang ditunjuk.

Satu lagi yang menarik dari hobi main golf ini. Orang yang suka golf biasanya akan membawa stik ke mana pun dia pergi, termasuk ketika ke luar negeri. Sebab, berbeda dengan pingpong atau pun tenis yang di mana-mana lapangannya sama, lapangan golf berbeda di setiap tempat. Jadi, kita ingin mencoba yang baru. Kalau ada perjalanan bisnis ke luar negeri, dan ada waktu luang untuk traveling, saya memilih golf. Bahkan, di Mesir yang bergurun pasir pun saya pernah mencoba. Memang susah kalau sudah hobi. Dan, tidak benar kalau olahraga yang satu ini dibilang tidak menyehatkan. Justru, dengan hobi golf, orang akan sehat. Mengapa? Karena para golfer akan berusaha untuk sehat supaya bisa terus main golf.

18 Responses to “Hobi yang Menyehatkan”

  1. kushindarto says:

    wah selamat Pak bisa loncing Blog, wah mau daftar nih jadi fotografernya Bisa ? heheeee. Harga damai deh pak heheheee

  2. Ibnu Ibrahim says:

    Wah pak Hasnul, pake iron kok bolanya pake tee? :)

    • Hasnul Suhaimi says:

      Untuk pak Ibnu Ibrahim:

      Benar pak saya pakai tee walau sticknya iron. Waktu itu lagi demo ke teman2 wartawan di Bangka.

      Takutnya kalau nggak pakai tee bolanya nggak naik ntar temen2 waartawan akan komplain. yang nagjarnya jelek begitu gimana ntar yang belajarnya. Hehee..

  3. AbcD says:

    kata orang main golf menghilangkan stress karena melihat tanaman hijau, rumput hijau layaknya permadani. dan tentu saja ditambah seperti yang bapak jabarkan tadi ..

    • Hasnul Suhaimi says:

      Benar, kayaknya ada pengaruh udara segar terhadap penurunan tingkat stres kita. Terlebih lagi bisa tertawa lepas ataupun kadang2 berteriak melepaskan ketegangan bekerja di kantor.

  4. eden says:

    Setuju sekali pak…. Kalau saya lihat di picture kayaknya di lapangan Golf Girimaya Bangka ya pak….

    • Hasnul Suhaimi says:

      Iya benar kita di Bangka sambil ajak teman2 wartawan ikut media gathering sekalian demo Golf.

      Nampang dikit, biar keliatan ada juga keahlian lain selain ngurusin perusahaan.

  5. Belajar Golf says:

    golf memang olahraga melawan diri sendiri. Kita harus punya motivasi dalam bermain. Bagaimana dulu anda belajar golf pertama kali?

    • Hasnul Suhaimi says:

      Awalnya belajar karena kepaksa. Hampir semua orang yang saya kenal di kantor (yang lama, Indosat) olahraganya golf.

      Jadi kalau nggak ikut belajar kelihatan kuper. Ya coba2 ikut driving. Awalnya sangat susah karena pukulannya selalu slice. Rasanya nggak akan mampu turun ke lapangan.

      Namun karena dipaksa-paksa akhirnya turun juga. Awal2nya sangat menyedihkan, mukul 90 meter atau 120 meter (paling jauh) pakai stick yang sama 4 wood. Tapi lama2 bisa juga sampai handicap 18. Dan sempat kumpulin banyak piala.

  6. erick says:

    salam kenal pak hasnul,

    walaupun golf identik dengan olah raga elit, tp memang tetap menyehatkan dan tentunya senang bisa berkumpul dengan teman2 bisnis

  7. hari bagus says:

    Olah raga golf bagaikan wabah budaya dari berkembangnya zaman, yang harus diterima dan disiasati dengan bijak untuk dimanfaatkan segi baiknya.

    Golf bukan olahraga murni tetapi terdapat unsur seni seperti ilmu management dan juga golf melatih emosi, ketenangan, kesabaran, bisa untuk ngobrol santai, bertukar pikiran dan pertemuan bisnis yang tidak formal, disamping itu secara tidak langsung golfer juga melakukan terapi pernafasan di udara terbuka.
    Dilihat dari segi materi, golf memang ekslusif, tapi bila digunakan untuk belajar mengikuti aturan, teliti, hati-hati, selalu berbuat jujur, belajar strategi, taktik dan teknis, maka golf merupakan permainan yang dapat dimanfaatkan penerapanya dalam kehidupan sehari hari dan karier maka nilai mahalnya cukup fair dan sepadan

    • Hasnul Suhaimi says:

      Terima kasih mas Hari, itulah sisi positif dari Golf yang saya sukai. Sebetulnya ada pada setiap olahraga, namun karena yang saya ikuti secara rutin hanya golf jadinya saya bicara golf saja.

  8. hati2golf says:

    salam kenal Bapak….

    Hati2 pak, banyak yang terperosok karena Golf lho…. ( AA misalnya..)

    • Hasnul Suhaimi says:

      Setuju mas hati2golf. kita harus berhati-hati.
      Yang masalah bukan main golfnya, justru karena keluar dari jalur dari golf makanya terperosok. Kalau main golf saja tidak akan terperosok.
      Hehe.

  9. mirza says:

    bapak kalau ngak bisa main golf? para wanita sebaiknya ngapain? apa ada olahraga masak memasak?kalau hobinya memasak gimana? bakal ngak bisa lobi bisnis deh?

Leave a Reply