Posted on May 12th, 2011
Teman-teman tentu sudah tahu dan kenal dengan situs jejaring sosial Facebook. Saya sendiri belum lama memanfaatkan Facebook ini. Berbeda dengan blog, di mana saya lebih banyak memanfaatkannya untuk bercerita, berbagi, dan berdiskusi, di Facebook saya bisa memanfaatkannya juga untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman-teman.

Awalnya, saya heran dengan teman-teman yang asyik bermain Facebook. Saya pikir, “Ini orang-orang pada ngapain sih sibuk sendiri Facebook-an?”. Namun ternyata setelah saya mencoba, baru saya mengerti. Memang ada sesuatu hal yang membuat kita menjadi kecanduan.
Facebook memang lebih menekankan pada jaringan pertemanan. Namanya juga situs jejaring sosial. Selain berkomunikasi dengan teman dan kolega, yang saya senang dengan Facebook ini adalah ketika saya dapat menemukan kembali teman-teman lama saya. Senang rasanya bersilaturahmi kembali dengan mereka, walaupun hanya di dunia maya. Nostalgia, tentunya tak terelakkan. Menemukan fakta mengenai keadaan dan kondisi mereka yang terkadang mengejutkan dan lucu, juga menjadi suatu hal tersendiri yang menarik.
Facebook juga banyak membantu saya untuk menemukan teman-teman baru. Mulai dari para mahasiswa hingga peserta seminar saya. Secara tidak langsung, Facebook ini juga memfasilitasi saya untuk berdiskusi dan menjadi “extension” dari seminar tersebut. Mungkin jika di forum formal diskusinya agak kaku, lain halnya di Facebook yang lebih santai dan pop.
Namun porsi penggunaan Facebook ini juga tetap harus diperhatikan. Jangan sampai terlalu larut dan mengganggu produktivitas kerja. Kalau saya Facebook-an terus, kapan saya kerjanya?
Wah bapak ternyata GEn Y juga ya..hehehehe…
betul pak. di facebook kita bisa mengetahui apa yang sedang terjadi dengan rekan-rekan kita dan sharing tentang apa yang menjadi perhatian rekan-rekan kita.
Selain itu, dengan menggunakan aplikasi tweetdeck saya bisa belajar bersama inspirator-inspirator lainnya yang ingin saya ikuti via tweeternya.
Salam,
novan restu
Ya, ternyata Facebook bisa memberi banyak manfaat jika digunakan dengan baik. Terima kasih atas opininya, Pak Novan.
yth. Pak Hasnul
Sebagian teknokrat anti budaya pop seperti facebook, pak Hasnul baik mau mencobanya, agar bisa mengerti kebutuhan pelanggan XL akan kebutuhan data .. saya pribadi hanya berfikir, facebook adalah cara lain untuk berinteraksi secara sosial….
Main game lewat facebook juga seru pak Hasnul, XL mungkin bisa menyediakan konten game juga Via Facebook sebagai VAS..
Wah. Terima kasih sudah mau berbagi ide dan opininya, Pak Fadil.
Boleh saya add ya pak fb nya
terima kasih…
Silakan Pak.
Banyak orang begitu ‘addict’ dengan facebook, dimanapun kapanpun melalui gadget apapun, asalkan terhubung internet, maka situs favorit yang dibuka adalah facebook. Saya lantas memperhatikan ekspresi dan tingkah laku orang-orang disekitar saya yang sedang asik facebook-an, tak jarang mereka tersenyum, tertawa bahkan menampakkan raut muka kaget. Saya lalu menyadari, hal yang membuat facebook begitu fenomenal adalah kecerdikan para pembuat aplikasi facebook membuat aplikasi yang melibatkan emosi penggunanya. Berbagi cerita dan kabar lewat wall, berbagi foto, video, diskusi hingga menemukan kawan lama yang ‘hilang’…kesemuanya menimbulkan euphoria psikologis tersendiri bagi para facebook-er.
Kalau sudah begini, kapanpun dan dimanapun facebook menjadi suatu primadona alternatif cara berkomunikasi karena mengahdirkan experience seperti berkomunikasi secara langsung (bukan melalui dunia maya).
Hal ini juga serupa dengan fenomena Dufan, mengapa orang-orang rela mengantri panjang dan membeli tiket dengan harga yang tidak murah untuk menjerit di permainan Histeria, basah kuyub di permainan Arung Jeram, atau jantung berdegub kencang dan ngeri saat bermain Halilintar, mereka ingin merasakan sebuah ‘experience yang melibatkan emosi’ di dalamnya.
Tampaknya, ketika konektivitas semakin mudah dijumpai, aplikasi yang melibatkan psikologis pengguna dan memberi suatu experience tertentu menjadi suatu nilai tambah yang dicari para pengguna.
Dan hal ini merupakan tantangan serta peluang untuk mengembangkan bisnis VAS yang mampu ‘merebut’ hati penggunanya
Begitulah. Menjual “experience”, tidak mudah didapat di tempat lain sehingga orang akan kembali lagi untuk mendapatkan “experience” itu. Namun tantangannya adalah membuat dan menjaga agar “experience” itu berdampak baik bagi pelanggan/pengguna, tentunya agar mau kembali lagi, dan bukannya menjauh. Terima kasih sudah mau berbagi pikiran di sini, Nurmaya Widuri.
lebih enak mana pak ? nge-blog atau facebook an ?
hehehehe.
Pak Fajri, wah bingung juga saya jawabnya, soalnya keduanya punya keasikan masing-masing. hehehe.
Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak dianjurkan , bukan begitu Pak Hasnul..
Ya, sebaiknya segala sesuatu itu pas sesuai dengan porsinya masing-masing.
Maaf pak,
Pertanyaan kecil.
Kalau Bapak main facebook, pakai paket XL yang mana yah pak?
hihiihhi
thx
Pak Bambang, secara berkala saya biasanya mencoba berbagai macam paket XL untuk memastikan kualitas layanannya. Namun untuk facebook-an di BlackBerry, saya menggunakan layanan BIS dari XL.
Intinya, facebook-an boleh2 saja tapi tetap ingat waktu
sharing yang bagus pak
Benar, nova13. Kan masih banyak hal yang perlu kita lakukan selain facebook-an. Gunakan facebook seperlunya, jangan sampai menganggu aktivitas dan produktivitas kita.
saya biasanya buka FB ketika jam istirahat, atau sudah ngak di kantor, tapi kadang sesekali kalo lagi hettic dengan kerjaan
kembali ke masing2 individu ya pak
Ya, sesuai dengan porsinya, dan jangan sampai menganggu kegiatan yang lain.
Tidak akan mencium bau surga orang yang memutuskan Tali silaturahmi..,
terimakasih facebook *_*
Note : saya sangat senang dengan semua tulisan yang dibuat, dan xlalu bisa memotvasi diri..,
Thanks pak Hasnul
Terima kasih atas komentarnya, Pak Kemas. Memang silaturahmi menjadi salah satu hal yang positif yang menarik di Facebook ini.
Wah mantap pak hasnul, banyak relasi yang memanfaatkan facebook sebagai sebuah media, hingga terakhir ini ada fasilitas facebook yang bisa saya gunakan untuk survei mengenai suatu hal dengan layanan “ajukan pertanyaan” di fitur facebook tersebut.
Benar, Rika. Ternyata Facebook tidak hanya dapat digunakan untuk bersenang-senang (fun), tapi juga dapat digunakan untuk membantu produktivitas.
Assalaamu’alaikum Mas Hasnul ..
Sy senang mengikuti tulisan di blog Mas Hasnul dan sy pingin bisa berinteraksi lewat FB. Sayangnya, sudah terlalu banyak request yang menumpuk, jadi FR saya ke mas Hasnul tidak diproses FB.
Sy sebenarnya lebih senang bila mas Hasnul juga punya Twitter. Utk pembanding, sebuah acc. pribadi di FB hanya boleh punya teman maksimal 4999 (IIRC). Sedang di Twitter, kita bisa di-follow oleh twips tanpa dibatasi. Sy membayangkan para customer setia XL yg punya acc twitter akan berbondong-bondong jadi follower mas Hasnul. Hmm … barangkali bisa jadi the most followed ya? Dengan begitu, ide-ide dan kata-kata mas Hasnul akan lebih punya impact bila di-publish via Twitter …
Wassalaamu’alaikum wr wb
selamat malam pak Hasnul, saya baru ngeh ternyata Bpk punya blog juga, dan ada sitenya XL .. keren pak, website XL sekarang juga saya lihat paling informatif dan user friendly dari 2 pesaingnya, customer bisa mendapatkan info terkini khususnya mengenai product dan service, mudah2an selalu update, selain facebook sekarang sedang trend twitter pak, sudah coba ?
Cuman pak Hasnul CEO yg gaul dan interaktif dengan pelanggannya, semoga CEO operator lain bisa niru ya pak ….sehingga ada yg namanya emotional market yg ngga terjamah tapi bisa tersambung …sukses selalu pak …
Ya, saya juga memanfaatkan fb hanya sebagai media sosial, lebih kepada pertemanan semata. Kalo lama-lama main fb malah tidak produktif, jadi, ya, seperlunya aja. Saya add Pak Hasnul di fb saya, semoga di accept.