Tim yang Solid dalam Menghadapi Kegagalan

Posted on June 6th, 2011

Comment: 39 Comments »

Kita bisa saja membuat kesalahan dalam mengambil keputusan. Contohnya pada akhir 2008, kami melakukan penyesuaian harga untuk menyesuaikan persaingan. Semuanya setuju, kecuali saya.  Namun karena semuanya yakin akan berhasil, setelah melalui perdebatan panjang akhirnya saya menyetujuinya. Hasilnya, revenue naik signifikan selama 2 minggu. Namun setelah itu, anjlok hingga satu quarter. Demikian drastis penurunannya hingga shareholder mempertanyakan keputusan yang diambil. Lalu siapa yang harus bertanggung jawab? Sayalah yang harus bertanggung jawab. Walaupun sebetulnya saya tidak setuju dengan usul yang diajukan, tapi saya lah CEO yang memutuskan untuk mengambil keputusan itu. Saya tidak bisa bilang “oh, dulu si itu”, atau melimpahkan kesalahan pada orang lain. Saya hanya bilang, “Ini tanggung jawab saya,  namun kita harus belajar dari sini. Yang penting, mulai hari ini belajar dari pengalaman.”

Itulah art of decision making.

Jika sekali kita sebagai leader menyalahkan tim, maka besok-besok tim tidak akan lagi memberi masukan ide. Namun, kalau kita menghargai usul mereka dan tidak menyalahkan mereka ketika usul itu gagal, mereka akan yakin untuk terus memberi ide-ide baru dan menjalankannya dengan fokus. Itu yang kami lakukan saat itu.

Jadi, untuk salah decision, it’s ok. Kita boleh melakukan kesalahan, tapi yang lebih penting dari itu adalah recovery. Sama seperti sepak bola kita, ketika menang semuanya senang. Tapi ketika kalah, malah saling menyalahkan. Tidak bisa seperti itu. Solidness adalah yang paling dibutuhkan ketika kita sedang di dalam masalah. Kalau ketika kalah kita berantakan, tidak solid, ya sudah: out. Good leaders harus bisa memimpin tim di saat kalah dan jatuh, agar bisa bangkit dan memperkuat kinerja tim.

Solidnya tim tidak akan pernah tercapai, jika tidak ada dukungan yang kuat dari pimpinan dan shareholder. Itulah titik awal dari solidnya sebuah tim. Jangan pernah adu anakbuah dengan anakbuah yang lain. Tidak akan ada saling percaya diantara mereka nantinya. Keterbukaan dalam perusahaan juga perlu. Jangan pernah saling ngomong di belakang. Karena akan menumbuhkan rasa saling tidak percaya juga. (HS)

39 Responses to “Tim yang Solid dalam Menghadapi Kegagalan”

  1. Hendra says:

    Nice sharing Pak Hasnul.

  2. Tya says:

    I am absolutely AGREE sir!!

    Justru pada saat gagal siapa yang bisa tetap konsisten bertahan dan bersatu untuk fighting dan bangkit kembali untuk WIN…

    mengutip pepatah : “Kegagalan adalah awal dari Keberhasilan..”

    Ganbatte XL!!

  3. Benz says:

    Semangat pagi pak Hasnul,

    Saya mau tanya pak, setelah mendapat pengalaman diatas dimana semua setuju dengan keputusan yang kurang tepat dan akhirnya menuai “badai” selama 1 quarter padahal bapak tidak setuju dengan keputusan tersebut, strategy apa yang bapak terapkan ke team supaya kejadian yang sama tidak terulang kembali? apakah bapak akan lebih “memaksakan” pendapat bapak, atau melakukan lobby2 dengan anggota team utk mengikuti pendapat bapak atau gimana pak? mohon masukannya, terima kasih dan sukses selalu untuk Bapak dan XL AXIATA. Rgds

    • Pak Benz, saya tetap berkomitmen dengan prinsip awal saya untuk selalu mendengar opini dari tim. Namun yang saya tekankan kepada tim adalah agar menjadikan kegagalan yang sudah lewat sebagai pembelajaran untuk di masa mendatang. Sehingga kemungkinan gagal dapat diminimalisir.

  4. Ervan Y says:

    Subhanalloh.. sangat sulit bagi seorang pemimpin untuk mengakui bahwa kegagalan menjadi tangggung jawabnya walaupun hal itu bukan merupakan pilihan beliau. Semangat terus Pa, saya bangga bisa menjadi anggota keluarga besar XL. Semoga Alloh selalu memudahkan dan membimbing Bapa.

  5. Adkhan Sholeh says:

    Spirit seorang leader .. persis spt di tentara. Yg paling besar tanggung jawabnya mesti komandan, makanya anak buah harus ikut apa pun kata komandan.

    O, ya .. kenapa tiap update di blog ini tdk sekalian share link-nya di FB Pak? Insya Allah akan lebih banyak yang tahu dan membaca tulisan Pak Hasnul.

  6. Verry Kusral says:

    Tulisan ringkas dan fokus yang sangat menarik.

    Mohon izin untuk saya copy paste ke catatan saya di Facebook.

    Terima kasih

  7. artikelnya sangat inspiring pak…

    sy banyak belajar sama bapak lewat artikel ini..

    salam
    Eddy

  8. teguh says:

    Inspiring.
    Ternyata tugas pemimpin itu hanya 2 :
    1. membuat keputusan dan
    2. mempertanggungjawabkan keputusan tersebut.

    Banyak pemimpin yang diam aja tidak berani memutuskan atau mengambil resiko.

    Dan lebih banyak pemimpin yang tidak berani bertanggung jawab terhadap keputusannya, dengan hanya menyalahkan anak buahnya.
    Semoga selalu amanah Pak !!!

  9. mhanafi says:

    Tidak heran jika XL dapat berkembang pesat dibawah kepemimpinan Bapak. Figur seperti inilah yang diharapkan dapat hadir lebih banyak di negeri ini. Sebagai seorang CEO, mampu menjaga kepercayaan shareholder dan juga tetap respek dan memperhatikan karyawan. Salut untuk Pak Hasnul dan XL.

  10. ari says:

    Pak Hasnul,
    blog ini sangat menginspirasi

    tapi saya jadi ingin tahu lebih lagi :)
    apa ya masalah terbesar yang pernah bapak alami?
    apakah komunikasi menjadi hambatan terbesar?
    karena di posting ini juga dibahas tentang proses komunikasi

    sukses selalu pak!

    terimakasih sebelumnya atas jawaban bapak

  11. Erik Tapan says:

    Terima kasih Pak Hasnul atas tips yang sangat inspiratif. Maju terus. Tetap sehat ya Pak. :)

  12. Ari says:

    Salut buat Pak Hasnul.

    Insya Allah…semoga tetap istiqomah menjadi CEO yang inspiratif dan motivatif bagi rakyat Indonesia, Pak.

    Amin.

  13. genksukasuka says:

    seorang yang bijak anda patut menjadi pemimpin pak… acungan jempol dah…

    saya baru tau kalo orang besar juga punya blog wow.. ane kira hanya …

    salam kenal pak dari penggemar xl.. :P

  14. anjaya says:

    Menginpsirasi pak hasnul…

    Banyak buah pikiran bapak yg saya terapkan untuk perbaikan manajemen sekolah (SMP Muh. 9 Sby). terima kasih Pak.

  15. Inspiring banget Pak,

    inilah yg dibutuhkan tim untuk achieve target.
    soliditas tim sangat dipengaruhi oleh seorang leader.
    main salah salahan bukan hanya tidak akan menyelesaikan yang sudah terjadi tapi, lebih dari itu akan membentuk corporate culture yang kontra-produktif.

  16. Semangat Pagi!

    Saya sangat setuju dengan apa yang diungkapkan Pak Hasnul. Pada saat decision making itu, semua boleh berdebat, semua boleh mengeluarkan pendapatnya. Mungkin akan terjadi perdebatan. Namun ada akhirnya, setelah suatu keputusan diambil, semuanya harus menjalankannya dengan sepenuh hati. Apapun resikonya, baik buruk hasilnya, akan menjadi tanggung jawab team. Kalau salah, seperti kata Pak Hasnul, harus diperbaiki. Pengalaman adalah guru yang berharga…

    Trims sharingnya Pak Hasnul. Sangat berguna bagi kami, motivasi diri kami, dan mengingatkan kami agar lebih baik lagi.

    Keep posting Pak. Waiting for the new article. :)

    Salam XL!

  17. Irfan says:

    Great Leader !!!
    Saya salut sama bapak, kerja keras bapak sebagai tampuk pimpinan bisa dibuktikan sekarang, XL menjadi pemain besar di industry Telekomunikasi.. Hanya sedikit org yg mempunyai jiwa kepemimpinan seperti anda

  18. Alris says:

    Salut buat Pak Hasnul. Kebanyakan pemimpin hanya menyalahkan anak buah, apalagi kalo kebijakan itu bukan ide dia. Jarang pemimpin yang seperti Bapak. XL berdiri makin tegar karena pemimpin yang bertanggungjawab seperti Pak Hasnul, Insya Allah.

  19. Kazzu says:

    Wah termakasih atas bagi2 pengalamannya Pak. Semoga XL bisa selalu makin dekat dengan para pedagang kecil

  20. Suwandi Widjaja says:

    Semangat pagii pak Hasnul,

    Artikel dan sharing experience yang luar biasa yang tentunya akan menjadi panduan atau pedoman buat kami untuk mencapai kesuksesan.
    Hargailah team maka team akan lebih menghargai kita dan akan selalu berjuang demi kemajuan bersama.

    Nothing is Imposibble and Keep spirit pak.
    Salam sukses Xlalu buat XL.

  21. Agustian Wijaya says:

    inspirasi yg memompa motivasi Pak…
    Bapak memberi suri tauladan sebagai pemimpin yg apik memimpin…
    Mungkin ini adalah salah satu pilar yg membuat XL terus “terbang” s.d sekarang…
    Kami bangga & siap XLangkah lebih maju…

Leave a Reply