Support Your Boss

Posted on August 3rd, 2011

Comment: 71 Comments »

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1432H untuk teman-teman yang menjalankannya. Semoga diberi kemudahan, kelancaran, dan berkah.

Waktu pertama kali saya bekerja, saya punya atasan yang sama sekali tidak tahu apa yang saya kerjakan. Lalu, saya merasa “Kok enggak fair ya? Dia enggak ngerti apa pun yang saya lakukan, tapi dia jadi bos saya?” Saya pun bertanya ke bapak saya, “Pak, ini bagaimana ya? Orang ini tidak mengerti apa-apa, kok jadi atasan?”

Bapak saya bilang, “Ya, tugas kamu adalah melaksanakan tugas, bukan menilai atasan kamu. Yang menilai kamu adalah atasan kamu, bukan kebalikannya. Jadi laksanakan saja tugas. Justru, dukunglah dia, berikanlah yang terbaik. Dengan cara itu dia akan melihat bahwa kamu mampu, dan dia akan lepas dengan anggapan bahwa Hasnul lebih tahu. Dengan begitu, kamu akan menonjol, tanpa harus mengalahkan pimpinan kamu.”

Saya terima nasihat bapak saya itu. Lalu pada akhirnya saya pun mengerti. Justru karena dia tidak tahu, maka dia menugaskan kita untuk melakukan pekerjaan itu. Kalau dia tahu, dia akan mengerjakan sendiri dan kita tidak akan dianggap olehnya. Bahkan, jadikanlah itu sebagai sesuatu kekuatan bahwa kita mendukung atasan kita. Ketika kita bekerja dengan baik, maka nanti hasilnya justru atasan kita akan bangga dengan kita. Memang rasanya berat karena kegiatan kita seolah-olah tidak ada arahan yang jelas tetapi harus dilaksanakan dengan benar. Jadikan itu sebagai tantangan. Karena ketika kita berhasil dengan itu, maka kita akan mendapatkan value di mata atasan kita.

Maka saya coba lakukan hal itu di pekerjaan saya. Dan memang benar, relatif cukup susah mengaplikasikan teori itu. Tetapi pelan-pelan saya laksanakan terus. Hingga sekitar dua tahun ke depan, tiba lah giliran saya naik jabatan dan menjadi atasan. Saya menguasai pekerjaan saya, lalu ditambah dengan pekerjaan baru yang tidak saya kuasai sama sekali.

Nah! Saya pikir inilah yang dibilang bapak saya dulu. Sekarang berada di posisi kebalikannya, saya menjadi atasan yang tidak mengerti pekerjaan bawahan saya. Berat!  Tetapi karena penasaran, maka saya datangi bawahan saya dan bertanya, “Bagaimana perasaan Anda, saja jadi bos sementara kamu jadi bawahan? Kamu yang mengerjakan semua, tetapi saya tidak mengerti apa-apa. Saya mengandalkan kamu.”

Apa jawabnya? Persis dengan apa yang diceritakan oleh bapak saya. “Siapapun atasan saya, akan saya dukung. Saya akan kerjakan pekerjaan saya dengan sebaik-baiknya. Dengan harapan ketika saya jadi atasan nanti, maka bawahan saya juga akan bantu mendukung saya.”

Lucky I have my father.

Apa artinya? Itulah yang harus kita lakukan sebagai bawahan. Karena banyak orang yang malah suka ngetest atasannya atau ngomongin atasannya. Saya pikir itu buang-buang waktu dan energi saja. Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat buat teman-teman. (HS)

71 Responses to “Support Your Boss”

  1. Cut says:

    Very nice point of view Pak… I like this quote: “Ya, tugas kamu adalah melaksanakan tugas, bukan menilai atasan kamu. Yang menilai kamu adalah atasan kamu, bukan kebalikannya”. Sangat bermanfaat untuk kita agar selalu mengingat dan berusaha instropeksi diri daripada mencari2 kekurangan dan kesalahan atasan atau siapa saja.
    Thanks for share Pak.. :-)

  2. David says:

    Sharing yang penuh dengan kerendahan hati dari Pak Hasnul, tapi disitulah letak kekuatan ceritanya, sangat menyentuh. Makasih Boss. Sukses untuk Pak Hasnul.

  3. Agus says:

    Terima kasih Pak Hasnul, sangat memotivasi saya. Akan saya sharing ke anak saya yang baru mau bekerja.

  4. Fajar says:

    Pak Hasnul seperti menceritakan pengalaman saya, dengan baik sekali. Saya ingat membaca buku The Gifted Boss, dari Dale Dauten dan men-switch cara berpikir saya dan menganggap memiliki bos yang tidak mengerti pekerjaan kita itu ada blessing :) . Saya menunggu untuk membuktikan seperti yang pak Hasnul buktikan

  5. Diah Asik says:

    Sharing yang sangat memotivasi untuk melakukan yang terbaik untuk jadi yang terbaik jika keadaan tersebut suatu saat terjadi pada diri saya. Namun, saya sangat bersyukur karena di XL saya memiliki boss yang sangat mengerti dan tidak seperti yang Pak Hasnul pernah alami yaitu “saya punya atasan yang sama sekali tidak tahu apa yang saya kerjakan”. Sukses terus Pak Hasnul, dan tentunya boss saya Pak AM ^_^.

  6. Billy says:

    simple answer but awesome….
    “Ya, tugas kamu adalah melaksanakan tugas, bukan menilai atasan kamu. Yang menilai kamu adalah atasan kamu, bukan kebalikannya”

    success always pak

  7. Ayu says:

    Ternyata selama ini saya salah..dengan postingan ini.. saya menjadi tau dan lebih terpacu untuk menjadi yang terbaik, dengan support My Boss. Terimakasih pak, Sukses selalu untuk kita semua :)

  8. elly says:

    story yang penuh dengan makna positive…full of inspiration…
    Thanks yach Pak tuk share pengalamannya…

  9. firman tamka says:

    Bagus cerita nya pak..dan sy menunggu kisah berikut nya tp dengan cerita utama yg berbeda seperti “bagaimana bila atasan menguasai pekerjaanya”

  10. Tya says:

    inspired story!.. belajar melayani untuk dilayani.. two thumbs up!

  11. AR says:

    as usual..sharing Bapak selalu men-trigger saya untuk introspeksi diri dan melakukan hal yg lebih baik lagi ke depan…Salam Transformasi!

  12. herlina says:

    Sangat memotivasi pak, diingatkan kembali. semakin semangat dan yakin untuk mencontoh : “Siapapun atasan saya, akan saya dukung. Saya akan kerjakan pekerjaan saya dengan sebaik-baiknya. Dengan harapan ketika saya jadi atasan nanti, maka bawahan saya juga akan bantu mendukung saya.” dalam setiap posisi yang saya tempati, siapapun atasan saya.

  13. edip says:

    Luar biasa…terimaksih Pak hasnul ini masukan terbaik bukan kami yang masi dibawah

  14. Made B says:

    Inspiratif sekali,,, saya juga smpat berpikiran seperti itu, tpi baru skrng dapat jawabannya,,, mdh2an bisa saya implementasikan… terimaksih Pak Bos,,, :)

  15. Yogi says:

    Sangat menarik pak, dan memang benar. Dalam dinamisnya organisasi, fleksibilitas dan fokus memang sangat diperlukan. Meskipun atasan tidak selalu benar, kita harus support dan mengingatkan dalam kerangka organisasi. Setuju pak.

    • Benar, Pak Yogi. Dalam organisasi tentunya mesti sinergis dan saling mendukung agar lebih produktif. Terima kasih untuk komentar dan opininya yang menarik. Semoga bermanfaat bagi pembaca yang lain.

  16. Susie says:

    Pak HS,
    Keren sekali sharing sederhana nya, namun impact nya jika di lakukan oleh XL secara bersama sama dan menyeluruh, XL akan menjadi “Xlalu paling depan”.

    Implementasi nyata untuk selalu berfikir positif dan memahami bahwa atasan kita punya sudut pandang yang lebih luas dari kita. Ini yang perlu di pahami oleh kita semua (bawahan).

    Mewujudkan new Inpiration XL dan menjadi “Xlalu paling depan” baik brand maupun inovasi, layanan, kualitas, apalagi pricing

    Salam XL Xlalu paling depan

  17. mad says:

    Siap pak, I’ll fully support my boss.

    The key is follow command, give best support for the team, cover weekneas of team, introspection and keep studying. That’s will raise up our value.

  18. itkas says:

    tenang bos, I SUPPORT YOUU….!

  19. Deary says:

    Sebelumnya saya terlalu berpikir bagaimana penilaian bos terhadap kinerja saya selama ini, namun tulisan ini cukup menginspirasi saya untuk tetap bekerja dengan baik dan terorganisir, Insya Allah target dan pencapaian yang direncanakan akan tercapai seiring integritas kita.

  20. Thomas Arie says:

    Tulisan yang menarik, Pak!

    Saya suka bagian ini:

    Dengan begitu, kamu akan menonjol, tanpa harus mengalahkan pimpinan kamu.

  21. Nashrudin says:

    Nasehat yang sangat bermanfaat di awal bulan Ramadhan pak, rasanya gak ada habisnya kalau memikirkan mengenai hikmah tulisan2 pak Hasnul, karena setiap tulisan pak hasnul mengandung hikmah yang sangat dalam… saya yakin banyak yang merasakan hal ini seperti saya dan bisa sebagai referensi dalam tingkah laku keseharian kita…
    Mudah mudahan dicatat sebagai sedekah ilmu yang bermanfaat dan tidak putus pahala nya

  22. cindua says:

    sangat mencerahkan, memberi saya perspektif yang baru bagaimana dalam berelasi dengan atasan. mudah2an saya pun bisa menerapkannya. thx a lot, sir!

  23. freddy says:

    Seandainya banyak atasan berpikir begitu
    Dulu Charles Henri Ford juga tudak mau dibilang bodoh karena dia memiliki banyak orang cakap yang bisa membantu menyelesaikan pekerjaannya
    Demikian pula Genghis Khan sangat memperhatikan kesehatan dan makan prajuritnya, karena harus sehat dan kuat setiap saat

    Dan yang terbaru saat ini Joko Widodo, Walikota Solo lebih banyak waktunya digunakan untuk ‘mendengar’ (spt tulisan Bapak sebelumnya, saya sangat suka itu) dan menyampaikan pada ahlinya untuk tiap case yang ditemui
    Sangat baik untuk motifasi

  24. mirza says:

    nasehat buat kaula muda?

    lakukan sesuatu yang baik dengan cara baik, iklas dan sabar menjalankannya. Selalu optimis, serta fokus.
    insya allah waktu keberhasilan semakin dekat untuk diraih.

  25. Himawan says:

    semakin menguatkan keyakinan saya bahwa di dunia ini ada 3 orang yg tidak bisa “dilawan”, yaitu orang gila, orang kaya, dan atasan. betul akan sia2 & hanya mem-buang2 waktu & energi melawannya

    • Wah, Pak Himawan ini punya keyakinan yang cukup menarik. Terima kasih atas komentarnya.

    • freddy says:

      @pak himawan, menarik sekali, gimana kalau orang gilanya kaya jadi atasan ?
      saya bener-bener pernah coba pikirkan ini
      pengertian saya ‘gila’ = fights all-out, jadi segalanya unlimited
      kalahnya oleh grilyawan bambu runcing he..he..

  26. andri says:

    best boss that I ever had….. thanks pak

  27. aRuL says:

    luar biasa, demikian adanya XL mampu sehebat ini sekarang karena pengaruh pimpinannya yg luar biasa memberikan value kepada semua orang di blog ini, bukan hanya milik karyawannya saja. sukses pak ;)

  28. susiyani N says:

    Very good article … Disampaikan dengan cara yg sederhana tapi sarat dengan makna yang dalam. Pak Hasnul, salam kenal. Saya Susiyani N, Insya Allah jika tidak ada perubahan saya akan menjadi Moderator Bapak di acara Indonesia HR. Summit 2011. Saya sengaja mengunjungi blog Bapak untuk mengenal lebih banyak mengenai Bapak. Jika itu terjadi, beruntung sekali saya karena saya akan menjadi moderator , seorang pemimpin yang teladan dan tawaduk.

  29. Novan Restu says:

    Pak Hasnul,

    terima kasih atas sharingnya pak. senang rasanya bisa membaca kisah bapak tentang pengalaman menjadi follower/bawahan dan kemudian keseriusan bapak untuk mendukung (followership) menghasilkan posisi atasan/leader. sungguh inspiratif!

    Di lain waktu semoga bapak dapat meluangkan waktu untuk berbagi tentang upaya bapak membangun kepempimpinan di perusahaan sehingga ketersediaan pemimpin dan semangat untuk regenerasi terjaga dengan baik dan berkelanjutan.

    Salam, Novan Restu

  30. Reza says:

    Sangat Memotivasi Pak, waktu terus berjalan, suatu saat kondisi akan berbalik. kita akan mendapatkan hasil dari yang kita tanam. Sukses untuk kita Pak..

  31. effy says:

    Terima kasih sharingnya Pak Hasnul … sll dapat pencerahan setiap berkunjung ke web bapak ini ….

  32. Alris says:

    Sangat memberikan pencerahan buat saya uda Hasnul (panggilan pak udah banyak yang pakai, hehehe…). Saya pernah bertengkar dengan atasan bukan karena profesionalitas, tapi lebih karena intrik, tapi sungguhpun begitu tugas kerja profesional tetap saya berusaha kerjakan terbaik. Memang betul tugas kita adalah mengerjakan apa yang tidak bisa lakukan bos. Kalo bos bisa melaksanakannya buat apa dia punya bawahan. Sehat dan sukses selalu.

    • Atasan tidak akan mengerjakan detail. Detail itulah tugas kita. Kalau dia mengerjakan sendiri detail pekerjaan, maka kita sebagai bawahan tidak akan dianggap. Untuk itu kita sebagai bawahan perlu mendukung atasan kita. Terima kasih telah berbagi pengalamannya di sini, Pak Alris.

  33. rahmah says:

    kejadian yg bapak ceritakan pernah terjadi sama saya, sekarang saya mulai sadar dimana posisi kita sebagai anak buah. saya akan lakukan terbaik dan mendukung atasan saya. makasih yah bapak.

  34. mas Tono says:

    pak Hasnul, saya jadi pengin cerita kejadian yang saya alami. saya meninggalkan perusahaan konsultan nasional yang bermarkas di TB Simatupang setelah 8 tahun bergabung, karena diminta membantu suatu Koperasi yang mempunyai chance untuk mendapatkan proyek besar di Jawa Tengah dan DIY. Atasan saya adalah seorang enterprenuer yang ahli di dalam marketing tetapi tidak menguasai teknik jaringan kabel. Alhamdulillah saya bisa mendukung abis atasan saya dan berhasil memenangkan proyek tersebut. Absolutely agree with your opinion.

  35. Eva says:

    Terimakasih banyak atas sharenya Pak.. semoga kami semua yang membaca tulisan Bapak ini dapat menjadi semakin bijak dan tetap rendah hati seperti Bapak dan Ayah Bapak.. Amiin..

  36. Hepi says:

    Dear Pak Hasnul,
    Terima kasih banyak atas tulisan bapak satu ini yang memberikan ide luar biasa. tulisan bapak bagaikan refleksi dari dua sisi baik sebagai bawahan maupun atasan. Apa yang rasakan di tempat kerja saya, seringkali atasan dan bawahan kurang saling mendukung…tapi mungkin jalan terbaik seperti yang bapak bilang, kita sebagai bawahan harus memberikan dukungan kepada atasan walaupun sangat tidak mudah…hihihi, hal ini mengingatkan saya pada seminar bapak di Trisakti saat ada seorang perempuan bercerita tentang keluhan hatinya terhadap pimpinan yang kurang memberikan support.
    tapi dengan bijak bapak memberi tips luar biasa: dukung pimpinan anda, lakukan pekerjaan anda, puji pimpinan anda walau itu semua hasil kerja keras anda, dan yakinlah anda tidak akan dilepas oleh pimpinan anda.
    Terima kasih Pak…saya minta ijin untuk menaruh tulisan bapak dalam blog saya.
    salam cinta saya seluas angkasa,

Leave a Reply