Posted on December 16th, 2010
Semua orang sudah mengetahui, karyawan adalah asset utama suatu perusahaan. Tentu saja, yang di maksud di sini adalah karyawan dengan kompetensi sesuai dengan yang di butuhkan perusahaan. Bersama mereka, antara lain perusahaan mengejar target dan pencapaian. Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi mengenai bagaimana memimpin, memotivasi, dan menggerakkan karyawan.
Jika anda seorang CEO, tugas anda antara lain adalah menggerakkan orang-orang yang bekerja sekeliling anda sehingga mereka bersedia di ajak mengejar target. Padahal tipe orang itu bermacam-macam. Belum lagi anda musti memadukan orang-orang terpilih itu dalam satu tim. Ini soal bagaimana kecakapan kita dalam memimpin orang-orang kita tersebut.
Bukan urusan yang mudah, tetapi di sinilah antara lain seni memimpin dan mengelola perusahaan. Untuk urusan bagaimana memimpin orang-orang yang memiliki berbagai macam tipe karyawan ini, saya merasa cocok dengan pemikiran Paul Hersey dan Ken. Blanchard. Menurut mereka seorang pemimpin harus memahami tingkat kemampuan karyawannya agar tahu bagaimana memotivasi dan menggerakkan mereka.
Ada empat tingkat tipe kecakapan yang di maksud. Pertama M1 (tidak mampu dan tidak punya kemauan). Untuk memotivasi karyawan kategori ini pemimpin harus bersikap tell atau banyak bersabar memberitahu apa saja tugas yang harus di lakukan, memberi petunjuk dan instruksi, sehingga karyawan yang tidak ada kemauan dan kemampuan bersedia mencoba mengerjakan apa yang di tugaskan.
Lalu, tingkat M2 (tidak mampu tetapi mau). Untuk menggerakkan karyawan bertipe ini, anda sebagai leader dalam memotivasi harus bersikap sell atau banyak-banyak menyemangati dan menggugah bahwa di a akan bisa asalkan mau mencoba. Leader harus mampu meyakinkannya bahwa dengan banyak-banyak mencoba maka kemampuan mereka akan meningkat dan prestasi bisa di raih.
Selanjutnya, tingkat M3 (mampu tetapi tidak mau/ragu-ragu) maka leadernya harus bersikap partisipatif dalam memotivasi, dengan memberikan tantangan atau mengajaknya ikut memikirkan sesuatu, mendorong mengeluarkan ide-ide. Dengan demikian, kemampuan yang di milikinya bisa keluar sehingga bisa menggerakkan dan meyakinkannya bahwa dia memang memiliki kemampuan sesuai dengan yang di harapkan perusahaan.
Terakhir, tingkat M4 (mampu dan mau) maka leadernya musti bersikap Delegating, yaitu mendelegasikan tugas dan wewenang dengan menerapkan sistem control yang baik. Pada tingkat ini, biasanya karyawan sudah menduduki jabatan yang lumayan tinggi, jadi yang bisa di berikan untuk lebih memotivasi mereka-mereka adalah memberikan kesempatan dan kepercayaan atas tugas-tugas yang penting.
Mengenali setiap tipe karyawan atau bawahan akan mempermudah seorang leader, bukan hanya dalam menggerakkan mereka, namun akan bisa merancang rencana kerja secara realistis di sesuaikan dengan kemampuan tim-nya. Dengan kata lain, perusahaan akan bisa lebih baik dalam merancang target serta menciptakan harmony dalam perusahaan.
Paparan di atas adalah teori yang melandasi leadership saya. Pada tulisan berikutnya, masih dalam tema yang sama, akan kita lanjutkan soal bagaimana pengalaman saya mengimplementasikan teori tersebut.
Semoga bermanfaat.
Tulisannya menarik, Pak Hasnul, boleh tahu siapa tuh sosok Paul Hersey dan Ken? atau mungkin dia menulis sebuah, dishare dong apa judul bukunnya. Terima kasih.
Hi mas Iwan,
Kalau boleh share:
Paul Hersy, Ph.D adalah seorang pendiri dan director di puast study tentang leadership dan perilaku organisasi di Universitas American California. Paul Hersy, Ph.D juga seorang penulis untuk beberapa buku dan material pelatihan.
Kenneth H. Blanchard, Ph.D adalah co-director untuk penentuan kurikulum pada pusat study pengembangan organisasi dan seorang profesor perilaku organisasi di Universitas Massachusetts. Kenneth H. Blanchard, Ph.D juga seorang penulis untuk beberapa buku dan material pelatihan
salam hangat Pak Hasnul,
seorang pemimpin harus bisa memahami bawahan atau para karyawannya.
pemimpin juga harus bisa menjadi contoh yg baik, sabar, perhatian,mau merasakan keluh kesah karywan.
Insya Allah apabila pemimpin itu baik,pengayom,dan selalu memberi yg terbaik bagi para karyawannya, akan didapat hasil yg baik bagi perusahaan.
salam smile is our identity…..:)
Terima kasih sharingnya pak hasnul, akan saya coba d unit tempat saya bekerja …. mhn ijin copas juga pak ….
aslm ww Pak Hasnul,
Saya setuju bahwa karyawan yang tepat adalah aset bagi perusahaan. Inilah kekuatan besar perusahaan untuk menang. Oleh karenanya, pak hasnul, saya percaya leadership yang kuat memegang peranan penting dalam kemajuan perusahaan.
Ijinkan saya mencatat 4M ala Ken Blancard ini pak hasnul:
M1, tidak mampu dan tidak punya kemauan. Cara: TELL
M2, tidak mampu tetapi mau. Cara: SELL
M3, mampu tetapi tidak mau/ragu-ragu. Cara: PARTISIPATIF
M4, mampu dan mau. CARA: DELEGATING
Thanks Pak Hasnul!
Salam,
Novan Restu
Nambah ilmu lagi saya setelah membaca posting Pak Hasnul. Terima kasih sudah berbagi. Sehat dann sukses selalu.
thanks pak. nice info. zahid-ITS
Saat-saat mendebarkan, perang iklan yang luar biasa antar operator. Sekedar masukan, mungkin Pak Hasnul dapat meluangkan waktu untuk menonton film Home Alone 1 dan Home Alone 2. Di film tersebut anak kecil berhadapan dengan 2 pencuri, dan mampu menggagalkan aksi si pencuri. Disetiap epik atau film cerita, anak kecil selalu menang melawan orang dewasa dengan kejujuran dan kecerdikannnya. Saya percaya, demikian juga di dunia nyata. Salam sukses.
Motivasi selalu menarik baik untuk karyawan maupun dalaam kehidupan. sangat dibutuhkan motivasi yang realistis & long term. dan saya mendapatkan motivasi tersebut as XL employee yang terbawa sebagai motivasi kehidupan saya..
semoga semakin banyak motivasi2 bagi kami dari Bapak..
Hi pak HS,
Lama menunggu tulisan pak HS setelah “Mendelegasikan Tugas”. Dua hal yang menarik dalam pola pikir bapak untuk pendekatan terhadap aplikasi dan implikasi teori management (1) Delegasi yang tidak memunculkan boss’s pet. (2) Seni memotivasi karyawan, yang membentuk pola pikir kedewasaan untuk setiap orang dalam berkarya. Kata kunci yang saya dapat dalam tulisan bapak adalah situational leadership dimana kemampuan leadership untuk melakukan assessment terhadap tingkat kedewasaan (maturity) dan pendekatan terhadap perilaku baik organisasi dan perilaku seseorang. Tantangan yang paling besar buat seorang leader, baik dalam keluarga ataupun dalam berorganisasi adalah mampu meng-courage seseorang untuk lebih dewasa terhadap kondisi lingkungan.
Pak HS, bagaimana kita melakukan pendekatan terhadap type M4 yang memiliki kecenderungan menjadi M3
Regards
-Craftsman-
dear pak Hasnul… benar sekali pak karyawan adalah asset perushaan, dan saya sangat kagum liat karyawan XL yg begitu loyalitas bekerjanya patut di ancungi jempol walau tanpa OT (Spv kebawah khususnya kerna kalau manager gaji nya sudah gede
) dan sering jg atasan anggap remeh pd bawahan padhl kita bisa lihat dgn kasat mata dia bekerja namun saat penilaian karyawan bawah sering mendapat nilai rendah sehingga kenaikan gaji & jg bonus yg di dapat kecil, bila kelipatannya kecil pastilah nominalnya kecil kerna gapoknya kecil… tapi mengerti kah kita banyak perusahaan telekomunikasi lain berusaha menarik karyawan xl…mari kita jaga asset ini dan mari kita lihat region2 yg kultur areanya sulit namun dgn usaha yg sangat besar namun hasil masih krg dari region yg market memang gampang menerima product2 yg ada ditawarkan….dan semua perkembangan dan peningkatan yg di capai perusahaan tidak lepas dari doa2 karyawan yg sering terabaikan bahkan tak dianggap..kerna karyawan yg beriman biasanya low profile…namun smart dan loyalitas tinggi..
wasallam
Pendekatan cara memimpin bawahan yang bapak buat sangat berharga dan menginspirasi bayak orang
Assalamualaikum,
Luar biasa,tulisan bapak diatas sangat menginspirasi sy..Senin besok saya akan tempel di meja kerja mengenai tipe-tipe tingkat kemampuan karyawan agar bisa lebih memahami karakter dan cara yg tepat utk improve bersama..Happy new year 2011..wish all the best for all people!
Selamat pagi pak Hasnul.
Mohon share pak, bagaimana kita bisa mengidentifikasi karyawan berdasarkan tipe kecakapan tersebut? mengingat banyaknya jumlah karyawan yang ada diperusahaan bapak tentu tidak mungkin bapak mengenali semua karyawan bapak. Dan metode komunikasi apa yang bapak lakukan terhadap semua karyawan bapak agar mereka mengerti tujuan pencapaian yang bapak inginkan bagi perusahaan yang bapak pimpin.
Jelas saya tidak bisa mengenali 4000 karyawan. Yang dilakukan adalah setidaknya mengenal 2 level di bawah direksi (sekitar 70 orang). Untuk level berikutnya akan dilakukan Direksi yang lain dan pimpinan 1 level di bawah direksi yang relatif sudah memahami prinsip yang sama. Begitulah metode yang saya gunakan, Pak Fadil.
Kapan nech Pak Hasnul akan membuat kuis lagi???
Thanks inspirasinya Pak.
beruntung sekali XL punya leader hebat spt bapak.
slm.
artikel yang menarik dan bagus sekali… ijin link pak Hasnul…
Silakan. Semoga dapat bermanfaat.
Luar biasa !
Pak Hasnul benar2 Inspiring Man of the Year !!
Semoga leadership style Bapak mampu menginspirasi para pemimipin di negeri ini untuk dapat membangun negeri ini dengan sungguh2 dan penuh amanah.
Bapak berhasil memadukan semua variable sebagai modal utama memaksimalkan kinerja perusahaan melalui peningkatan performa dan motivasi karyawan.
Dengan tulus saya berharap agar Bapak dapat diberikan kesempatan untuk dapat memimpin negeri ini.
Salam sukses selalu bagi Bapak.
Terima kasih untuk apresiasi dan doa-nya, Silvie. Mari kita berkarya sesuai dengan porsi dan kemampuan kita masing-masing.
tulisan2nya berbobot dan memotivasi ..sukses selalu buat anda ….
Terima kasih sudah mampir ke blog saya, Dani.
Salam kenal buat pak Hasnul.
Saya baru mengenal bapak melalui buku Cracking Zonenya Rhenald Kasali. Saya banyak belajar dari kisah dan pengalaman pak Hasnul. Sukses terus buat bapak dan group XL Axiata semoga menjadi operator kedua terbesar.
Wassalam
Terima kasih untuk doanya Pak Aan.
[...] tulisan sebelumnya, Seni Memotivasi Karyawan, saya sudah menjelaskan tentang empat tipe kecakapan dilihat dari kemampuan dan kemauan karyawan [...]
Terima kasih Pak … Saya sudah merasakan apa yang Bapak berikan . Semoga sukses selalu menyertai langkah Bapak ..
Pak Susilo,
Senang sekali jika tulisan saya bisa memberi manfaat bagi orang lain. Terima kasih atas apresiasi dan doanya.
Pak Hasnul,
m1, m2, m3, m4, M5 butuh Pemimpin Tingkat 5 ya Pak.
Pemimpin yang baik, memotivasi karyawan untuk bekerja. Pemimpin yang hebat, menginspirasi karyawan untuk berkreasi.
Kalau jadi pemimpin yang hebat harus perhatikan apa saja Pak?
Pak Edy,
Menjadi pemimpin memang bukan hal yang mudah, tetapi juga tidaklah sulit jika ada keinginan yang kuat. Mungkin salah satu hal yang patut diperhatikan adalah koordinasi dan teamwork, untuk membentuk tim atau organisasi yang solid.
Terima kasih sudah mampir di blog saya. Sukses selalu.
Assalamu’alaikum, selamat Pagi Pak Hasnul, sy setuju sekali dengan dengan paragraf “Mengenali setiap tipe karyawan atau bawahan akan mempermudah seorang leader, bukan hanya dalam menggerakkan mereka, namun akan bisa merancang rencana kerja secara realistis di sesuaikan dengan kemampuan tim-nya”
In line dengan apa yg sedang sy terapkan di area lokal(kota kecil) dengan partner bisnis kita dimana karakter dan kemampuan SDM lokal sy rasa lebih unik dan bervariatif dibanding dengan di kota besar, dengan standarisasi yg diterapkan perusahaan kita, cukup mengasyikan tatkala harus mencari karyawan baru dari lokal yg harus kompeten, alhasil dengan penerapan kalsifikasi M1-M4 kita buka beberapa posisi sekalian dimana setelah kita meloloskan beberapa org baru kemudian kita beri tanggungjawab sesuai klasifikasinya. dan ini cukup efektif dan cepat terlihat performnya.
terimakasih for sharingnya pak
Wa’alaikum salam,
Terima kasih kembali untuk Pak Citananto yang sudah mau berbagi pengalaman dan opininya.
Pak Hasnul, mohon ijin untuk share tulisan.
terima kasih banyak
Silakan, semoga bermanfaat.