Perlunya Perubahan
Seperti yang dibilang Pak Andrie Wongso, “Sukses hari ini adalah masa lalu”. Kesuksesan hari ini tidak ada artinya buat hari esok. Harus segera dilihat lagi, ke depannya akan seperti apa? Apakah tantangannya masih sama, atau sudah berubah? Apakah ada sesuatu yang baru? Apakah ada perubahan yang demikian signifikan? atau hanya berubah sedikit?
Begitu juga dengan XL saat ini, sudah relatif cukup sukses. Tapi kesuksesan itu sudah menjadi masa lalu. Dunia sudah berubah sekarang. Bahkan perubahan itu lebih cepat dari yang kita perkirakan. Tentunya, mau tidak mau, harus berubah kalau mau menggapai sukses di masa depan.
Mudah atau tidak? Tidak mudah. Kalau hanya sekedar berubah saja tidak cukup. Harus berubah secara signifikan, transformasi. Karena perubahan dunia saat ini sangat cepat, memaksa kita untuk berubah. Kalau hanya mengikuti pasar, itu cuma “perubahan kecil”, “change”. Jangan sampai nanti ketika kita sudah berubah mengikuti pasar, saat itu pasar sudah berubah lagi. Harus bisa antisipasi ke depan, selangkah lebih maju. Berada lebih depan dari pasar, sehingga ketika nanti pasarnya sudah ada, kita sudah siap.
Sebagai contoh, untuk yang suka bepergian, misalnya biasa pakai bis non-AC lalu berubah jadi pakai bis AC atau kereta AC, itu masih sekedar “change”. Tapi kalau berubah jadi naik pesawat, itu baru signifikan. Atau, secara tiba-tiba orang tidak lagi mau naik kendaraan pribadi karena ingin naik MRT (mass rapid transportation), itu baru namanya transformasi. Mindset-nya berubah.
Contoh lainnya, yaitu dalam XL sendiri. Seiring perubahan pasar, maka perlu ada perubahan strategi perusahaan. Selain itu, juga perlu ada perubahan budaya kerja (culture) dan pola pikir (mindset) agar selaras. XL yang dulu direpresentasikan sebagai cheetah pun sekarang tidak cukup lagi. Harus bertransformasi menjadi digital cheetah untuk mengejar pasar yang semakin dikuasai oleh para C-Gen, di mana layanan data lebih dominan serta layanan voice dan SMS semakin ditinggalkan.
Karena perubahan pasar yang cepat ini pula, kita tidak boleh terlambat. Kalau terlambat untuk berubah, maka tidak akan bisa mengejar perubahan itu. Jadi kita juga harus peka melihat perubahan yang terjadi di dunia. Lalu segera bereaksi terhadap perubahan itu. Bergerak selangkah lebih maju untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi di masa depan. (HS)
