Posted on October 15th, 2010

Industri telekomunikasi nasional berkembang begitu dinamis. Perekonomian Indonesia yang terus menguat di tengah kelesuan ekonomi dunia membuat pasar Indonesia menjadi begitu potensial.
Salah satu imbasnya, sumberdaya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas di bidang telkomunikasi menjadi sangat dibutuhkan. Faktanya, saat ini memang cukup sulit mendapatkan SDM yang mempuni untuk telekomunikasi. Kami di XL pun merasakannya.
Nah, salah satu jalan keluarnya adalah melakukan pembinaan sendiri. Selain menyiapkan calon pemimpin dari dalam internal perusahaan, kami juga mulai menjaring calon-calon pemimpin berbakat (talent) dari kampus-kampus di Indonesia. Kami menyempatkan diri melenggarakan program bernama XL Young Talent yang dibuka sejak Juni 2010.
Tidak kurang dari 799 mahasiswa mendaftar. Setelah melalui program seleksi yang panjang, akhirnya awal Oktober 2010 kemarin, Alhamdulillah kami mendapatkan 5 mahasiswa yang sesuai dengan kriteria kami. Bukan hanya berbakat dan pintar, mereka juga punya visi masa depan dan potensi yang bagus.
Sebagai hadiah, kami selanjutnya mengirimkan mereka. Untuk mendapatkan kesempatan kerja magang di Celcom, operator terbesar di Malaysia yang masih satu group dengan XL di bawah Axiata. Setahun mereka akan magang untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman di bidang Marketing, Customer Analytic, Sales, dan Customer Service termasuk cara mengelola perusahaan dan berorganisasi. Setelah itu akan kembali ke Indonesia, tentunya sebagai karyawan XL.
Sebenarnya, program yang sama juga dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi lainnya yang satu grup di bawah Axiata, yang berasal dari India, Banglades, Srilangka, Kamboja, dan Malaysia. Bedanya, mereka hanya boleh menjaring mahasiswa yang kuliah di Oxford University, Inggris. Khusus untuk Indonesia, saya minta ke Axiata agar kesempatan ini bisa diberikan kepada mahasiswa yang kuliah di Indonesia. Alhamdulillah Axiata mengiyakan.
Ternyata prestasi mahasiswa Indonesia yang kuliah di dalam negeri tak kalah dengan mahasiswa kuliah di luar negeri. Bahkan beberapa mahasiswa asal Indonesia memiliki keahlian yang lebih dibandingkan mereka yang kuliah di luar negeri. Itu hebatnya Indonesia.
Saya dengar-dengar, Srilangka dan Kamboja cukup kesulitan menjaring mahasiswa mereka yang kuliah di Oxford. Kalau kita di Indonesia mudah mencarinya bahkan lebih dari kebutuhan. Sayangnya hanya lima mahasiswa yang bisa diberangkatkan sebagai calon talent.
Ke-5 mahasiswa yang kini sudah mulai magang di Celcom tersebut adalah Agung Hikmat (S1 Industrial Egineering ITB), Leonard (S1Teknik Arsitektur Universitas Parahyangan dan S2 Finance Prasetya Mulya BusinessSchool), Silvia (S1 Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra dan S2 Marketing Prasetya Mulya Business School), Kiki Ahmadi (S1 Telekomunikasi ITS),dan Nadia Anindita (S1 SBM School of Business Management ITB dan S2 BusinessManagement Prasetya Mulya Business School).
Setelah mereka kembali ke tanah air, mereka akan diberi kesempatan untuk meniti karir di XL. Dan jika selama bekerja di XL bisa memperlihatkan kompetensi dan performat yang bagus, maka manajemen akan mempertimbangkan dan menyiapkan mereka menjadi future leaders. Konsep ini menurut saya agak ektrim, namun sangat bagus untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan.
Seharusnya young talent seperti ini akan lebih cepat naik jenjang karirnya, tapi dengan catatan mereka bisa memperlihatkan potensi dan kinerja yang baik serta bisa diandalkan. XL akan memberikan ruang untuk berkembang. Kesempatan kapan dia akan menggantikan (menempati posisi pucak), ya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Bukan berarti tiga tahun kerja di XL akan langsung jadi direktur. Tetapi seandainya perusahaan membutuhkan talent, maka merekalah orang pertama yang akan diberikan kesempatan menempati posisi.
Bagi saya program ini agak unik tapi sangat penting dalam menyiapkan calon future leaders. Tak hanya sebagai regenerasi, tapi kita sadar betul, akan kebutuhan sumber daya manusia dalam bidang telekomunikasi. Lebih jauh kami berharap talent ini memiliki kemampuan dalam mengelola perusahaan ini ke depan lebih bagus dari saat ini sehingga mau tidak mau kami harus mempersiapkannya sejak awal.
Mungkin sudah saatnya para pemimpin negara kita mulai memikirkan hal seperti ini untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan di berbagai bidang, dan ini bisa kita mulai kampus-kampus. Saya yakin bumi Nusantara ini memiliki banyak putra-putri terbaik yang berpotensi menjadi pemimpin depan.
Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.***
Assalamualaikum Pak Hasnul
Saya setuju Pak…memang susah untuk mendapatkan SDM yang mumpuni di bidang telekomunikasi dari kampus [fresh-graduate]. Saya merasakan sendiri waktu masih fresh-graduate dulu. Yang saya rasakan dulu adalah karena kampus kurang bisa memberikan pengetahuan yang sejalan dengan perkembangan industri telekomunikasi. Dosen memang mengajarkan konsep kepada kita, laboratorium yang ada mengajarkan kita tentang penerapan konsep tersebut. Tetapi karena peralatan yang terbatas dan sudah usang tentunya hal ini kurang menunjang pengetahuan kita dalam menghadapi tantangan di industri telekomunikasi yang dinamis.
Saya sangat berterima kasih kepada XL yang pada waktu itu [tahun 2006] menghibahkan perangkat transmisi FLEXR ke Brawijaya. Hal ini menambah pengetahuan kita tentang penerapan teknologi transmisi SDH (Synchronous Digital Hierarchy). Seandainya Operator lain juga bersikap seperti XL saya yakin SDM yang memiliki pengetahuan telekomunikasi yang baik akan bertambah.
Oh ya…mungkin perlu juga untuk sharing knowledge dengan dosen-dosen telekomunikasi terkait teknologi yang diterapkan di operator ya Pak…yang saya rasakan di XL adalah kampus kedua setelah Brawijaya. Banyak knowledge yang bisa digali di XL dan semuanya inline dengan teori yang saya terima di kampus dulu. Seandainya seorang dosen bisa mengajar 120 mahasiswa per-semester maka dalam satu tahun akan bertambah 240 orang SDM telekomunikasi x jumlah dosen yang ikut sharing knowledge tersebut.
Semoga XL terus selalu melahirkan calon pemimpin yang berkualitas di Indonesia karena XLALU untukmu [Indonesia].
Wassalamualaikum
Joko
Ass, blognya menarik sekali pak, ditengah kesibukan sebagai CEO masih menyempatkan sharing pengalaman ke publik melalui blog, salut. Tulisannya sangat inspiratif, mengugah motivasi saya untuk melakukan hal serupa.
Terima kasih atas apresiasinya, Pak Hasyim.
Pak Joko,
Wassalamu Alaikum Wr Wb,
Terimakasih atas sharing dan informasinya, saya senang, kalau apa yang kami sumbangkan ke Brawijaya bermanfaat untuk mendukung peningkatan kualitas SDM.
XL sangat terbuka untuk mengadakan sharing knowledge dengan dosen-dosen telekomunikasi terkait teknologi telekomunikasi dan informasi.
Insya Allah, XL akan selalu berupaya mendorong lahirnya calon pemimpin dalam, demi kemajuan teknologi komunikasi dan Informasi Indonesia, karena penjaringan calon-calon pemimpin berbakat (talent) dari kampus-kampus di Indonesia ini sudah diagendakan di XL menjadi sebuah program bernama XL Young Talent.
Wassalam,
Hasnul Suhaimi