Posted on January 6th, 2010

Mungkin karena jabatan yang saya emban , saya sering mendapatkan pertanyaan juga ajakan berdiskusi tentang kepemimpinan. Tema ini pula yang ingin saya tuangkan di blog yang baru lahir ini.
Agar lebih mudah, sejenak kita perhatikan gambar di samping. Jika orang yang mengamatinya tidak mengenal orang-orang yang ada di sana, akan cukup sulit baginya untuk menerka siapakah mereka. Karena baju yang mereka pakai sama, mungkin orang akan menebak itu serombongan orang yang mungkin dari satu perusahaan. Baru-baru ini, foto tersebut saya tunjukkan dalam seminar tentang kepemimpinan di sebuah kampus ternama
Sejatinya, orang-orang di foto tersebut adalah satu tim kerja. Ada orang yang memimpin, ada pula yang dimpimpin. Semua orang di situ punya peran masing-masing. Lalu mana saja orang-orang yang memimpin? Dari foto itu kita jadi mengerti, bahwa seorang pemimpin tidak akan bisa begitu saja dikenali secara fisik. Kepemimpinan adalah sebuah karakter.
Mengapa “tiba-tiba” saya bicara tentang kepemimpinan di blog saya yang masih sangat baru ini? Menurut saya, soal kepemimpinan ini merupakan salah satu masalah terbesar baik dalam kehidupan berbangsa bernegara maupun dalam bisnis. Dalam bisnis misalnya, ketika perubahan demikian cepat, dan industri telah berevolusi dari “komoditas” ke “pengalaman”, maka diperlukan karakter-karakter yang kuat untuk memimpin perusahaan.
Dalam melihat kepemimpinan, kita bisa menggunakan metafora “hujan”. Konsepnya sederhana, yakni seorang pemimpin harus mampu menjadi air hujan yang turun mengalir dan memberi manfaat bagi lingkungannya . Selanjutnya, kepemimpinan juga tidak hanya bicara tentang atribut yang tampak (matang, peduli, inovatif) melainkan harus menyentuh ke level strategi dan eksekusi, bila perlu. Kepemimpinan yang efektif bisa dilihat dari hasil akhir eksekusi terhadap strategi yang telah ditentukan.
Semoga tulisan awal ini bisa bermanfaat. Kita akan melanjutkannya lebih lanjut di tulisan-tulisan berikutnya.
Salam kenal Pak Hasnul. Senang sekali jika orang sekaliber anda mau sharing soal manajemen di blog. Saya akan terus pantau, semoga saya bisa banyak belajar
Terima kasih. Kalau soal belajar, saya rasa saya pun masih perlu untuk terus belajar. Tidak ada kata berhenti untuk belajar.
Kalau di foto saya lihat Bapak dekat dengan karyawan ya pak? Mereka nampak senang dan bangga bisa foto dengan Bapak.
Itu karyawan PT XL memang muda-muda semua ya pak?
Memang banyak karyawan di tempat kami yang kaum muda. Tapi yang senior usianya pun ada, namun semangatnya tetap muda. Atmosfer di XL memang dibuat selalu muda, selalu semangat!
Pak menurut Bapak, kepemimpinan itu sesuatu yang dibawa sejak lahir atau harus dipelajari?
Menurut saya, kepemimpinan itu sesuatu yang bisa dipelajari.
Ia akan cemerlang jika selalu diasah, dilatih, dikembangkan, ditempa berbagai kesulitan dan pengalaman yang akan membuatnya tangguh dan bijak. Kepemimpinan bukan sesuatu yang instan, butuh kesabaran dan terus memperbaiki diri.
Apa kabar pak Hasnul?. Alhamdullilah saya bisa jumpa di blog bapak. saya salah satu yang pernah jadi staf bapak di Medan Merdeka, setelah merger. semoga bapak masih ingat.
saya setuju dengan kepemimpinan bapak, filosofinya sangat bagus seperti air hujan yang turun mengalir dan memberi manfaat. jujur saya pelajari dan amati dari berbagai pemimpin baik di bisnis, politik maupun negarawan, ternyata Pemimpin yang sukses adalah yang juga melihat dan mau ikut serta mendengarkan pd tingkat eksekusi, saat ini seorang pemimpin bukan lagi sebagai bangsawan (bangsa yang hanya di awan-awan) nggak pernah tahu dan mau tahu .
Semoga semakin sukses menjadi pemimpin dan selalu menularkan ilmunya.
Terima kasih bu Etty. Senang bisa bertemu lagi dengan ibu melalui sarana ini. Blog ini memang saya tujukan untuk berbagi informasi dan pengetahuan yang mudah2an bermanfaat bagi masyarakat luas. Saya yakin masih banyak pemimpin kita yang mau melihat dan ikut serta sampai pd tingkat eksekusi.
Terima kasih atas perhatian dan doanya.
Tulisan yang simple tapi mempunyai makna yang dalam dan sangat berarti. Dengan kata lain, semua orang bisa jadi pemimpin karena itu adalah hal yang bisa dipelajari tentunya selama ada “Kesempatan” untuk mengasah, melatih dan mengembangkan. Apakah Bapak percaya dengan faktor luck atau takdir sesorang sehingga mereka mendapatkan kesempatan..
Sukses terus ya Pak, di tunggu article lainnya untuk kita semua.
Pertanyaan yang menarik Pak Danish. Soal faktor luck, saya akan kutip pendapat sahabat dan mantan bos saya dulu di Indosat, Pak Widya Purnama: ”Orang yang tidak pintar bisa akan dikalahkan orang pintar. Orang pintar bisa kalah dari orang rajin. Nah, orang yang rajin akan bisa dikalahkan orang yang beruntung (lucky).
Kalau bapak setuju dengan beliau maka luck dan chance memang dibutuhkan untuk sukses, namun tetap kemampuan basic untuk jadi pemimpin tetap dibutuhkan.
Senang berbagi dengan anda Pak Danish.
Salam kenal Pak Hasnul, Saya tidak menyangka kalau Bapak senang ngeblog juga.
Saya setuju dengan pendapat Pak Widya di atas.
Dan siapakah orang-orang yang beruntung?
Yaitu orang-orang yang selalu berbuat baik. Mungkin sering kita lihat atau dengar di dalam agama sering disebut golongan orang-orang beruntung adalah orang-orang yang selalu berbuat baik. Semoga bermanfaat.
Pak Jati,
Ya pak, saya mulai ngeblog sekitar Januari 2010, setelah saya jalanin selama beberapa bulan ini, ternyata nge-blog itu sangat menyenangkan. Semoga apa yang posting di blog ini bermanfaat. Terimakasih.
Salam kenal pak Hasnul, saya Prabu bukan siapa siapa dan dari kalangan biasa saja . .
Pertanyaan saya apakah orang yang terpilih menjadi pemimpin harus dari kalangan ekonomi yang cukup mapan? Sebab saya lihat orang yang menjadi pemimpin biasanya tak berpendidikan rendah, dan seperti yang diketahui bersama bahwa pendidikan yang tinggi dekat dengan ekonomi yang mapan . . . Mohon bimbingan dan pandangan nya. Terimakasih.
Bpk. menjadi seorang pemimpin memang tdk mudah, setiap strategi yang di eksekusi kadang sesuai harapan, dan kadang juga TIDAK. gmana caranya, ketika bpk. salah dalam mengambil kebijakan strategi yang telah di eksekusi?.
Mohon Saran Bpk. agar saya dapat menimba ilmu dari Bpk.
Ada dua hal pak Ale. Pertama strateginya, bisa saja kita salah strategi. Biasanya dampaknya lebih fatal dan makan banyak waktu untuk memperbaikinya. Sebagai contoh tadinya XL mengikuti strategi market leader “wide coverage-premium pricing”. Selama 2005 dan 2006 strategi tersebut berhasil baik hingga perusahaan tumbuh 50% th 2006. Namun awal 2007 sama sekali tidak ada pertumbuhan selama 6 bulan padahal pasar sedang fast growing. Strategi yang tadinya tepat ternyata tidak mempan lagi karena pasar sudah berubah drastis. Setelah disadari, kami ubah strategi. Butuh persiapan 4 bulan dan pilot project 2 bulan untuk mengubah strategi menjadi “low price-high volume”. Syukurnya berhasil baik, bisa menaikkan pendapatan dan laba menjadi lebih dari dua kali lipat dalam 3 tahun terakhir.
Hal kedua eksekusi dari strateginya. Ini agak lebih mudah diatasi. Sebagai contoh iklan XL. Pada awalnya iklan kita kurang fokus sehingga tidak terlihat menyolok di belantara iklan2 yang cluttered. Dengan mengubah konsistensi warna jadi dominan biru dan orange, bentuk yang lebih sederhana, kalimat yang lebih direct, dan selalu menampilkan human akhirnya iklan XL lebih cepat dikenali dan Brand XL lebih diterima masyarakat.
Asw, Pak Hasnul yang baik salam kenal ya pak? Ini dari pelanggan setia XL.
Sebelumnya saya sampaikan terimakasih kpd Bpk yg telah rela menyisihkan waktunya utk menulis blog, sehingga kalangan umum bisa membaca & memahami perspektif pemikiran Bpk.
Pak Hasnul yang baik, ijinkan saya mengutip tulisan Bpk yg ini; “Kepemimpinan yang efektif bisa dilihat dari hasil akhir eksekusi terhadap strategi yang telah ditentukan.” menurut sudut pandang saya sebagai pelanggan, efektif dari sisi mana? apakah di sisi pelanggan sudah efektif? yg merasakan hasil akhirnya adalah pelanggan loh pak? bukan Bpk.
Pak Hasnul yang baik, ijinkan saya mengutip cuplikan dialog dari sebuah film sbb; “you have to learn to follow before you can lead”.
Bpk menulis; “Kepemimpinan adalah sebuah karakter”, jika dikaitkan dengan cuplikan dialog tadi, maka ia hanyalah seorang follower bukan leader.
Pak Hasnul yang baik jangan tersinggung ya pak?, saya jangan dikriminalisasi spt Prita ya Pak?, Saya cuman sharing uneg2 aja koq.
Mohon tanggapannya.
Terima kasih.
Salam,
Pelanggan XL.
Wass. ww bapak/ibu Pelanggan XL,
Terima kasih banyak. Antara lain karena anda telah menjadi Pelanggan XL.
Soal kepemimpinan, anda sangat benar, kepuasan pelanggan seharusnya juga menjadi salah satu tolok ukur efektifitas suatu kepemimpinan di bidang usaha. Malah siklusnya dimulai di situ, apabila pelanggan puas mereka akan membeli produk kita. Langkah ini akan menjadi top line (pendapatan) bagi perusahaan. Bila perusahaan bisa menyediakan produk dan service dengan cost yang rendah maka perusahaan tsb akan profitable. Selanjutnya profit tsb digunakan untuk meningkatkan produk dan service hingga pelanggan makin puas dst. Keberhasilan berkesinambungan dalam siklus inilah yang saya maksudkan dengan efektivitas kepemimpinan.
Model kepemimpinan yang seperti anda kutip dari film itu pun saya kira banyak benarnya. Pendidikan bisa dipakai untuk jumpstart peningkatan kemampuan kita. Namun itu saja tidak cukup. Untuk menjadi leader, ada baiknya atau malah jadi keharusan menjadi follower terlebih dulu.
Sebelum jadi leader saya lama jadi follower. Dari situ saya bisa banyak belajar. Pengalaman sebagai follower itulah yang kemudian membantu untuk menjadi leader.
Senang berdiskusi dengan bapak. Mungkin topik kepemimpinan ini nanti bisa saya sambung dalam tulisan lainnya. Salam.
terus berbagi pak hasnul……seorang pemimpin harus selalu berbagi…..salam kenal pak hasnul…
Terima kasih atas pak Eko. Mudah2an perkenalan ini ada manfaatnya. Sampai ketemu di tulisan lain.
Filosofi hujan mengingatkan saya pada filosofi konosuke matsusita, baru sedikit menjelajah blog ini rasanya sangat pas kesederhanaan yang berusaha di gambarkan dengan air hujan.
Proses dari strategi dan eksekusi memang yang penting adalah hasil, dengan strategi yang tepat dan eksekusi yang selalu diamati untuk bisa dievaluasi sehingga bisa dikoreksi maka akan didapat hasil akhir yang baik bermanfaat dan efektif.
wah, saya perlu belajar filosofi konosuke matsusita itu pak Hari. Terus terang saya belum pernah tau tentang itu.
boleh tolong dishare?
Terima kasih sharingnya pak, adakah tipsnya untuk lebih meningkatkan kualitas kepemimpinan kita?
Beruntung kami pernah melihat kepemimpinan bapak yang bersedia turun mempelajari pasar dan mau berbagi kebanyak orang.
Sukses terus ya pak.
Agreed Pak,
Future leaders mungkin kita gak pernah ketemu sapa…dan cuma dikenal melalui nickname….
world first internet president might be like that….he3….
Terima kasih Pak Zhar Aditya atas komentarnya.
Salam kenal juga, saya baru ngunjungi blognya Pak Zhar Aditya, menarik terutama foto-fotonya.
Salam kenal pak,
Kalau menurut bapak, apakah seorang pemimpin yang sukses diharuskan untuk menciptakan pemimpin-pemimpin baru?
Maaf kalau pertanyaannya ga berbobot, jadi kalau seandainya saya jadi seorang pemimpin dapat seperti bapak…
Salam sukses selalu
Salam kenal juga.
Saya sangat setuju dengan pandangan Pak Syafri. Setiap perusahaan perlu pemimpin yang baru. Di XL sendiri, saya sudah menyiapkan 1, 2 orang calon pemimpin pengganti. Setelah saya selesai, saya ingin mengajar, siapa tahu ilmu yang saya miliki bisa ditelurkan. Amiin. Terima kasih.
Salam kenal pak hasnul,
kalau menurut pak hasnul kepemimpinan yang maju itu bagaimana? lalu tips supaya bisa menjadi seorang pemimpin yang sukses seperti bapak bagaimana?.. maaf kalau pertanyaannya banyak…
terima kasih dan salam sukse selalu.
Salam kenal pak,kepemimpinan merupakan hal yang menarik untuk diperbincangkan.Apakah sulit untuk menjadi pemimpin yang baik pak?
Betul sekali, kepimpinan itu merupakan topic yang selalu menarik untuk diperbincangkan, karenanya membuat satu rublik khusus kepimpinan dalalam blog ini. tersendiri Mas Giono.
Tidak sulit, yang penting memiliki kemampuan memimpin dan ada kemauan untuk senantiasa menjaga integritas dan terbuka.
Tapi pemimpin baik itu, harus siap untuk tidak populer karena keputusannya. Harus berani berkata tidak untuk yang tidak dan berkata Ya untuk yang ya.
terima kasih untuk sharingnya..setiap masuk ke blog ini saya selalu mendapatkan pencerahan utk case2 yg muncul dalam kehidupan sehari2 saya …karena blog ini simple dan aplikatif …semoga sukses selalu…
Salam kenal Pak Hasnul..saya sangat tertarik dengan perjalanan karir bapak..mungkin apa bisa share tips agar kita dapat sukses di karir sesuai dengan bidang kita masing-masing