Membantu Sesama Membuat Hidup Lebih Bermakna

Posted on January 16th, 2010

Comment: 30 Comments »

Ikut menyumbang Gempa Sumbar

Sebagai orang Padang (Minang) yang merantau di Jakarta, saya punya ikatan batin dengan kampung halaman. Dan, perasaan itu menemukan realisasinya yang nyata ketika pada suatu hari sekitar tahun 1999, beberapa orang dari organisasi perantau asal kampung saya, Bonjo-Sungai Baringin di Jakarta menemui saya. Mereka mengajak saya untuk bersama-sama mengumpulkan dana buat membantu biaya sekolah anak-anak sekampung di ibukota yang tidak mampu. Tentu saja saya setuju dan ikut menyumbang. Tapi, makin lama anak yang perlu disumbang makin banyak. Hingga pada suatu hari, mungkin sudah diatur oleh Allah, saya bertemu dengan seorang teman yang kebetulan memiliki yayasan anak asuh. Dia mengajak saya bergabung. Kebetulan, pikir saya. Maka, saya pun menyambutnya dengan senang hati.

Begitulah, ditambah dengan dana dari donatur lain, kami bahu-membahu mencoba meringankan beban sekitar 80 hingga 100 anak mulai SD hingga perguruan tinggi. Kami  biayai pendidikan mereka sampai kuliah. Namun, ketika dana yang mesti dikeluarkan per semester semakin naik, satu per satu teman saya justru mengundurkan diri. Hal ini dapat dimaklumi karena kondisi bisnis saat itu sedang kurang kondusif. Sekarang, praktis tinggal saya sendiri yang menjalankan misi sosial ini. Tanpa organisasi maupun yayasan. Hanya dibantu oleh sanak keluarga yang menjadi sukarelawan, yang bekerja tanpa pamrih. Satu mengurus yang di Jakarta dan satu lagi di kampung halaman sana.

TIm XL menyumbang XL Peduli Sumatera

Membantu meringankan beban hidup sesama rasanya membuat hidup kita terasa lebih bermakna. Meskipun baru sebatas orang-orang dari kampung halaman yang sama, namun ini merupakan langkah kecil untuk sebuah tujuan yang lebih besar. Bayangkan, kalau setiap orang yang mampu berbuat hal yang sama, membiayai anak-anak tak mampu dari kampung halaman masing-masing, maka akan semakin banyak anak Indonesia yang tertolong pendidikannya.

30 Responses to “Membantu Sesama Membuat Hidup Lebih Bermakna”

  1. aliahmad.net says:

    Salut buat Pak Hasnul, mudah2an bisa istiqomah untuk terus membantu sesama kita yang membutuhkan.
    **tanpa berniat mengajari :) ** ada satu ungkapan yang mengatakan “tidak ada orang yang jatuh miskin karena rajin bersedekah” Insya Allah semuanya menjadi berkah, dunia dan akhirat.

  2. kreatips says:

    kita membantu sesama secara tidak langsung membantu kita juga, namun banyak yang belum menyadari itu …
    semoga sifat sosial bangsa indonesia kini lebih meningkat dengan atau tanpa terjadi bencana terlebih dahulu.

  3. AbcD says:

    coba ada program 1 RT minimal 1 anak asuh, mungkin indonesia akan lebih cerdas beberapa tahun kemudian

  4. agung bekka says:

    lebih baik memberi dari pada menerima

  5. JhezeR says:

    Wah…CEO XL udh jadi blogger juga..Happy blogging pak :)

  6. Arie Rizal says:

    Mengumpulkan bekal untuk hidup di dunia itu penting. Tapi mengumpulkan bekal untuk di Akhirat kelak itu jauh lebih penting. Salut buat P Hasnul yg tdk melupakan urusan keagamaan. Semoga niat ini murni dari hati P Hasnul, bukan sekedar alasan kepentingan bisnis semata.

    • Hasnul Suhaimi says:

      Pak Aliahmad dan pak Arie Rizal, sangat setuju pak.

      Memang awalnya berat, karena uang sekolah/uang kuliah sekitar 100 anak cukup besar angkanya. Apalagi istri (menurut perasaan saya) pada awalnya tidak terlalu mendukung apa yang saya lakukan.

      Namun belakangan ini malah istri menyuruh saya menabung agar nanti kalau saya pensiun 2 atau 3 tahun lagi program ini tetap bisa berjalan. Rupanya dia mendapat hidayah dari ungkapan yang bapak kutip. Malah terpikir lebih jauh lagi bahwa Allah memberikan rezeki lebih kepada kita sebagai titipan untuk kita gunakan membantu orang lain yang membutuhkan, dan bisa jadi rezeki kita ditambah Allah berkat doa anak2/orang yang kita bantu. Namun yang harus dijaga jangan sampai upaya ini jadi ria atau untuk alasan bisnis seperti komentar pak Arie Rizal. Itu yang berat pak, saya akan usahakan.

      Terima kasih bapak telah mengingatkan.

  7. wibowo says:

    Salam kenal pak…
    Congratulations dg blog barunya pa hasnul. Salut tuk bapak, yg concern utk mau berbagi, mudah2an juga menjadi nafas corporate utk lebih membumi melalui program2 CSR nya. byk pesantren yg masih buta ttg IT. ditunggu idenya pa hasnul. sukses selalu…
    wass.

  8. ardika says:

    wah setuju sekali, dalam hidu ini harus bisa berbagi dengan orang lain..kita akan merasa bahagia apabila kita bisa berbagi dengan orang lain..
    sukses ya buat kita senua..

  9. arif says:

    semoga cara beramal itu juga ditiru perusahaan lain pak…saya numpang tenar dgn komen pak, heheh

  10. H. Nanang F says:

    Sebagai makhluk sosial, kita harus saling berbagi. Karena Tangan di atas lebih baik dari pada Tangan di bawah. Semoga pak Hasnul tetap Semangat Pagi. Keep The Faith With Us. Mohon ditularkan ke jajaran di bawah Bapak. Biar XL lebih dekat dengan masyarakat di bawah garis kemiskinan (marginal). Karena segmen inilah yg dapat membantu dg tulus ikhlas tujuan Bapak untuk menjadikan XL nomor dua. Ney Alloh SWT Bless U and Ur Family.

    • Hasnul Suhaimi says:

      Insya Allah pak.
      Teman2 XL setau saya sangat concern dengan masalah2 sosial. Di mana ada masalah dan bencana biasanya teman2 langsung datang dan membantu tanpa diminta apalagi dengan pamrih.
      Untuk zakatpun mereka membuat sistem langsung potong dari gaji secara sukarela. Inisiatif dari karyawan sendiri, bukan dari perusahaan. Hal yang belum pernah saya lihat sebelumnya.

  11. rojak says:

    lebih singkatnya : Mari lebih banyak memberi…..
    mantap Pak, semoga Allah sellau memberikan kesehatan dan kesuksesan. Amin

  12. Bismillaahir-rahmaanir-rahiim,

    Baarokalloh Pak…
    Salut Pak, semoga tetap istiqomah dalam memberikan kebaikan bagi sesama. Orang Barat saja memiliki mental sosial, mestinya kaum muslimin lebih lagi karena mulianya hal ini di sisi Alloh.

    Bersedekah diperbolehkan dengan terus terang sebagai teladan bagi orang lain. Hanya memang akan menjadi tantangan berat karena kita harus melawan godaan riya’ (syirik kecil) yang akan menghapuskan amal kita, apalagi dengan munculnya banyak pujian.

    Semoga dengan blog Bapak ini, akan semakin menggugah orang untuk lebih banyak berbagi rizqi kepada kaum lemah.
    Amiin…

    • Hasnul Suhaimi says:

      Betul pak Amin,
      Awalnya saya ragu2 untuk menulis tentang kegiatan ini. Takut riya. Namun teman2 mendorong saya untuk tetap menulis dengan niat berbagi dan mengajak, bukan untuk menyombongkan diri atau menunggu pujian.
      Mudah2an begitu pak.

  13. Yede Putranto says:

    Orang yang hidupnya merugikan orang lain nilainya negatif.
    Orang yang hidupnya hanya berguna untuk diri sendiri (meski tidak merugikan orang lain) nilainya nol.
    Orang yang hidupnya bermanfaat bagi orang lain, itulah yang nilainya positif.
    Salut untuk Bapak Hasnul Suhaimi…
    Bukan hanya nilainya nominalnya yang meningkat, semoga nilai keikhlasannya pun semakin meningkat… Amin

    • Hasnul Suhaimi says:

      Setuju pak Yede, beramal bukanlah “zero sum” game. Semakin banyak kita memberi Insya Allah semakin banyak kita diberi Allah.
      Terima kasih komentarnya.

  14. al machi says:

    assalamualaikum pak………
    sahabat Ali bin Abi Thalib pernah berkata ” Pancinglah Rizqi Dengan Shodaqoh,” Barokallah semoga bermanfaat……….amiiiin

  15. fitri zakia says:

    assalamu’alaikum…pak. sya sbgai generasi muda sgt terinspiratif
    dg kegiatan sosial ini pak. smga semakin byk kita memberi manfaat bg orang lain, smga semakin byk pula karunia allah yang dilimpahkan kpd kita… amin. dan smkin byk pula org2 yg akan mendoakan kebaikan untuk kita. semoga bpk tetap istiqomah di jln kebaikan ini yach… apalagi bpk tetap ingat dgn kampung halaman. saya adalah seorang anak yang meneruskan usaha keluarga dr seorang bpk yg katanya menjadi teman kecil bpk wktu di kampung… beliau senang melukis dahulu pak… semoga bpk masih ingat yach.. beliau titip salam bt bpk n keluarga besar jg dsna. smga sll dlm lindungan Allah swt. Jazakumullah…

    • Hasnul Suhaimi says:

      Wassalam Wr Wb.

      Semoga tulisan diblog ini bermanfaat dan bisa menginsiprasi untuk berbagi dengan sesama, terutama yang membutuhkan. Fitri, titip salam saya buat Bapakmu (Basril Burhan).

      Terimakasih atas doanya. Semoga keluarga di kampung selalu lindungan Allah SWT dan usahanya Fitri berjalan sukses.. .Amin.

      • fitri zakia says:

        Syukur lah, ternyata bapak masih ingat ya…
        Senang bs ber silaturrahmi kt pa2.
        Oh ya pak, skrg kami tinggalnya di Dumai – Riau. Dekat sm xl center disini nih..
        Alhamdulillah kami skluarga dsni sehat2 walafiat smg sll dlm lindungan Allah swt.
        Fitri, 3 bersaudara pak, fit ank tertua 24th. Adk fit Yanti kuliah d farmasi unand 22th. Yg paling kecil Adi cowok 16th.
        Fit sgt senang bs ikut membantu usaha pa2 dsini. Yg lebih modren pastinya (advertising). Terima kasih doa nya ya pak.. Smg fit sll tetap SEMANGAT. n bs dpt pelajaran2 yg baik dr bapak hasnul.
        Terima kasih ya pak..

  16. fitri zakia says:

    asaalamu’alaikum.. eh iya pak ngomong2 fit wkt kecil pernah dibawa pa2 ke kampung Bonjo di Baso ketika kakek fit msh hidup. n bertamu ke rumah nenek hj.rosma jg..disanalah fit mengenal cerita ttg bapak hasnul suhaimi. sampai skrg fit masih ingat n sgt berkesan bs berkunjung krumah saudara… :) fit bangga dg bpk hasnul suhaimi. Eehh…fit jg pernah melihat nenek kenan wktu ada acara pesta keluarga d bkttinggi..tp sayang fit tak sempat dikenalkan oleh pa2, krn pa2 sibuk bercerita dg nenek..hehee.. salam hangat ya pak etek

  17. fitri zakia says:

    Assalamu’alaikum…pak..maaf sebelumnya fit telah ngomong pjg lebar.. perkenalkan saya fitri zakia anak dr bapak Basril Burhan ..:) salam taragak dr papa disini ya pak..

  18. Hasnul Suhaimi says:

    Wassalam Alaikum Wr Wb.

    Salam kenal juga.

Leave a Reply