<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Hasnul Suhaimi</title>
	<atom:link href="http://www.hasnulsuhaimi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hasnulsuhaimi.com</link>
	<description>Hasnul Suhaimi&#039;s weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 May 2012 23:51:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Menulis Skripsi dan Mudik Lebaran</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/menulis-skripsi-dan-mudik-lebaran/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/menulis-skripsi-dan-mudik-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 23:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=910</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya menghadiri dies natalies STEI (Sekolah Tinggi Elektronika dan Informatika). Saya pikir, ini acara bagus, banyak juga dosen-dosen yang sudah cukup sepuh, termasuk pembimbing skripsi saya dulu. Selain untuk nostalgia, juga untuk bersilaturahmi. Terkait dengan skripsi, saya punya cerita menarik. Kejadiannya sekitar pertengahan tahun 1981, sudah hampir setahun saya menulis skripsi. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, saya menghadiri dies natalies STEI (Sekolah Tinggi Elektronika dan Informatika). Saya pikir, ini acara bagus, banyak juga dosen-dosen yang sudah cukup sepuh, termasuk pembimbing skripsi saya dulu. Selain untuk nostalgia, juga untuk bersilaturahmi.</p>
<p>Terkait dengan skripsi, saya punya cerita menarik. Kejadiannya sekitar pertengahan tahun 1981, sudah hampir setahun saya menulis skripsi. Sementara target saya adalah wisuda di bulan September. Waktu itu saya sudah diingatkan oleh teman-teman, dosen pembimbing yang saya pilih <em>rada</em> susah.  Namun topik yang saya sukai hanya bisa dibimbing oleh beliau. <em>Ya udah, nekat aja</em>. Jadi, saya sudah <em>mikir</em> dan <em>nulis</em> banyak (sudah 4 <em>chapter</em>), sudah <em>bikin</em> alat juga, dan setiap selesai satu <em>chapter</em> saya serahkan ke beliau. <em>Eh</em>, ternyata <em>ga dibaca-baca</em>. Mungkin sibuk sekali.</p>
<p>Mengejar wisuda September, tetapi bulan Juli itu lebaran. Ibu saya bilang, “pulang.” Tapi, saya pikir <em>kan </em>tanggung<em> tuh</em>, jadi saya bilang “Ga usah deh, Bu. Saya lagi nulis. Kalau nanti terhenti karena pulang, susah untuk mulainya lagi.” Ternyata, ibu saya <em>ngotot</em>, “Pulang deh. Tahun lalu kan kamu ga pulang.” Ya sudah, saya turuti permintaan beliau. Tapi saya pulangnya ogah-ogahan. Ada rasa malas untuk pulang. Alasannya ya karena menulis skripsi. Kalau sedang menulis, lalu terhenti, nanti akan berat untuk mulai menulis lagi.</p>
<p>Dari Bandung, berangkat ke Jakarta dulu. Saya diantar oleh anak paman saya ke Kemayoran (bandara waktu itu). Malangnya, saya terlambat, kena macet. Saat saya sampai, <em>counter check in</em> sudah tutup, dan <em>seat</em> saya sudah diserahkan ke orang lain. “Batal nih. Ga jadi pulang ah.” Ada alasan untuk tidak pulang kan?</p>
<p>Tapi saya teringat. Walau bagaimana pun, tentunya tidak enak rasanya untuk tidak menuruti permintaan ibu. Saya naik bus ke Wisma Metropolitan untuk mengurus jadwal penerbangan baru (waktu itu belum bisa diurus di Bandara). Alhamdulillah, dapat penerbangan H-1.</p>
<p>Nah, yang membuat saya sedih lagi, mungkin karena berdosa telah melawan ibu, saya <em>kecopetan</em> di bus. Uang titipan dari kakak sepupu saya hilang. Jumlahnya lumayan untuk ukuran waktu itu, bisa untuk biaya hidup selama 4 bulan.</p>
<p>Hilang. Tidak tahu harus bagaimana. Ya sudah, saya tetap pulang. Sesampainya di rumah, saya cerita pada ibu. “Bu, saya mau pinjam uang seratus lima puluh ribu, nanti saya ganti.” Tentunya ibu saya heran, “Wah, banyak sekali? Untuk apa?  Kan kemarin sudah dikirimkan?”. Akhirnya saya ceritakan semuanya. Saya juga minta maaf karena ada rasa malas disuruh pulang. “Sudah, tidak apa-apa. Ikhlaskan saja”, jawab ibu.</p>
<p>Di Padang, saya juga sempatkan untuk mengirimkan ucapan lebaran untuk dosen pembimbing saya. Waktu itu kan jamannya masih pakai telegram indah.</p>
<p>Lebaran hari kedua saya pulang. Sampai di Jakarta saya langsung menuju Bandung.</p>
<p>Masih dalam suasana libur lebaran, pagi-pagi saya sudah di laboratorium kampus demi wisuda September. <em>Eh</em>, ternyata dosen pembimbing saya ada di lab juga. Saya sapa, “Selamat lebaran, Pak.” Mungkin beliau sedikit heran juga, “Hasnul, bukannya kamu lebaran ke Padang? Saya terima telegram ucapan lebaran dari Padang nih”. Lalu saya ceritakan alasan saya, “Iya, Pak. Memang saya pulang ke Padang, tapi karena saya <em>pengen</em> lulus September, saya cuma 3 hari di Padang lalu cepat-cepat balik. Lebaran cuma bertemu dan minta maaf dengan orang tua dan keluarga saja”.</p>
<p>“Oh, begitu? Ya sudah, kamu <em>kerjain</em> <em>aja</em> yang cepat (skripsinya)”, tukas beliau.</p>
<p>Berselang seminggu, beliau memanggil saya. Sepertinya beliau <em>impressed</em> karena saya mengorbankan liburan lebaran saya hanya untuk skripsi. <em>Plus</em> telegram ucapan selamat lebarannya juga mungkin ya? Tulisan saya dikomentari, dicoret-coret, dan direvisi. Selama 2 minggu, saya lakukan sesuai perintah beliau: ubah, tambah ini-itu, revisi. Jadi. Lalu, “Hasnul, kemari. Terusin bab yang lain.”</p>
<p>Setelah melanjutkan ke bab-bab berikutnya, akhirnya, “Hasnul, jilid!” Ya, 2 bulan langsung jadi. Sidang skripsi, lulus, dan akhirnya wisuda di bulan September. <em>Alhamdulillah</em>.</p>
<p>Kalau tidak seperti itu , saya tidak yakin bisa lulus cepat. Mahasiswa bimbingan beliau biasanya baru beres 2 tahun, bahkan ada yang sampai 3 tahun.</p>
<p>Sejak itu hubungan kami sebagai Dosen dan mahasiswa makin dekat. Bahkan, waktu saya mau ambil program MBA, beliau yang memberikan referensi untuk <em>admission</em>. Sampai sekarang saya masih berhubungan dengan beliau. Begitulah, para dosen itu orang-orang hebat, Doktor, namun di masa tuanya, kebanggaannya adalah melihat hasil didikannya. Beliau selalu berkata, “Kepuasan batin bagi saya melihat anak didik saya sukses”. (HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/menulis-skripsi-dan-mudik-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekerja Sesuai Kompetensi</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/bekerja-sesuai-kompetensi/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/bekerja-sesuai-kompetensi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 00:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[Ada perusahaan yang mau lakukan sendiri semua pekerjaannya. Tapi ada juga yang tidak. Misalnya Bharti, sebuah perusahaan di India. Menurut mereka, perusahaan itu harus melakukan sesuatu sesuai dengan kompetensinya, dan tidak mungkin semua orang kompeten dalam semua hal. Dalam studi kasus Bharti ini, kompetensi mereka adalah dalam hal marketing dan organizing. Maka mereka akan turun ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-898" style="margin-right: 10px;" title="Hasnul Suhaimi" src="http://www.hasnulsuhaimi.com/wp-content/uploads/2012/03/HS_leather-150x150.jpg" alt="Hasnul Suhaimi" width="150" height="150" />Ada perusahaan yang mau lakukan sendiri semua pekerjaannya. Tapi ada juga yang tidak. Misalnya Bharti, sebuah perusahaan di India. Menurut mereka, perusahaan itu harus melakukan sesuatu sesuai dengan kompetensinya, dan tidak mungkin semua orang kompeten dalam semua hal. Dalam studi kasus Bharti ini, kompetensi mereka adalah dalam hal <em>marketing</em> dan <em>organizing</em>. Maka mereka akan turun ke pasar dengan kompetensinya itu. Jadi, di luar hal tersebut mereka tidak mau urus. Mereka mulai sekitar tahun 2009, dan sejauh ini berhasil.</p>
<p>Perusahaan telekomunikasi di dunia pun melihat ke sana. Tidak sedikit yang antusias dan memutuskan untuk mengikuti jejaknya. Tapi, tidak semuanya berhasil. Kenapa tidak berhasil? Karena banyak yang takut, banyak yang merasa bahwa hasil pekerjaannya lebih baik daripada pekerjaan orang lain.</p>
<p>Sebagai contoh, di XL dulu, tidak banyak orang yang pekerjaannya benar-benar mengurus customer service (CS). Direksi yang membawahi pun tidak terlalu fokus mengurus CS ini. <em>This was not right</em>. Harus ada orang/pihak yang memang hidupnya punya passion untuk mengerjakan CS. Tugas perusahaan? Sebagai pengguna jasa, ya tugasnya adalah meminta. Paling mudah kan jadi pelanggan, pengguna jasa? Kalau ada yang kurang, kita bisa langsung minta. Tapi kalau kita lakukan sendiri, kalau nanti ada yang kurang kan jadinya kita mintanya ke diri sendiri? <em>Compromise</em>-nya terlalu cepat datang. Kita jadi sangat toleran dengan segala kekurangan diri kita sendiri. Tapi kan kalau orang lain yang mengerjakan, tentu kita akan <em>push</em>. Kan, buat apa kita bayar mereka?</p>
<p>Setelah konsep ini disepakati, kami coba untuk CS. Dengan tender terbuka internasional, maka terpilihlah vendor untuk mengurus CS XL. Untuk karyawan CS yang di XL, pelan-pelan dipindahkan ke sana dengan kompensasi yang bagus agar mereka tidak keberatan. <em>Done</em>. Kinerja CS pun menjadi lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p>Jadi, serahkan tugas ke orang yang benar-benar punya <em>passion</em> di bidangnya. Istilahnya, hidup dan matinya di sana. Dan kita sebagai pihak yang mengontrak, membeli jasanya.</p>
<p>Ada yang bilang bahwa anak buah kita lebih gampang disuruh daripada orang lain. Yang ada, anak buah kita sebenarnya susah disuruh. Alasannya ya itu tadi, akan cepat <em>compromised</em>. Lebih baik orang lain yang kita tugaskan dengan SLA (<em>service level agreement)</em>. Karena mereka fokus di bidangnya, punya <em>passion</em> di sana, tentunya bisa lebih bagus hasilnya daripada kita kerjakan sendiri. Sehingga <em>output</em>-nya lebih optimal. Konsep ini yang mendasari <em>managed service</em>.</p>
<p>Contoh lain yang menarik dari XL adalah untuk <em>billing system</em>. Sebelumnya, mitra untuk <em>billing</em> dianggap tidak bagus. Tapi, mereka minta untuk <em>managed service</em>. Ya <em>ga mau dong</em>? 80% pekerjaan dilakukan sendiri dengan cepat, sementara dia mengerjakan 20% tapi lambat dan banyak masalah. Kalau 20% saja seperti itu, <em>gimana</em> kalau kita kasih kerjaan 100%?</p>
<p>Tapi mereka usulkan terus ide itu. Oke, diberikan waktu 6 bulan untuk mereka membuktikan dengan <em>improvement</em>. Dan ternyata mereka berhasil menunjukkan peningkatan. Ya akhirnya, kita coba aja <em>deh</em>. Apa yang terjadi? Nah, ini baru benar-benar <em>bikin</em> saya <em>excited</em>! Mereka bisa <em>bikin</em> <em>turn-around</em> hanya dalam 6 bulan ditambah 6 bulan lagi, setahun. Terbukti semua yang dijanjikan bisa dipenuhi dengan baik. Tak hanya itu, orang-orang yang diposisikan ke sana jadi pinter, cepet, <em>agile, perform</em> bagus. Peningkatan hasilnya terasa untuk perusahaan. Ini jadi salah satu <em>success story</em> bagi XL untuk <em>managed service</em>.</p>
<p>Sesuatu yang menurut kita tidak terlalu bagus hasilnya kalau dikerjakan sendiri, bisa lebih baik kalau ada orang atau tim lain yang memang fokus untuk melaksanakannya dengan keahlian, kompetensi dan motivasi yang pas. Kita atur dengan SLA agar bisa kita tuntut kinerjanya sebagai perjanjian antar perusahaan. (HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/bekerja-sesuai-kompetensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Industri Konten Kreatif Indonesia</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/perspektif/industri-konten-kreatif-indonesia/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/perspektif/industri-konten-kreatif-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 02:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=889</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, teman-teman dari penyedia konten atau CP (content provider) mengunjungi saya. Kedatangan mereka terkait dengan isu yang baru-baru ini menyebabkan dibekukannya layanan konten premium. Mereka cerita isu tersebut sangat memukul industri seluler juga konten. Harus diakui, dampak buruk penghentian layanan ini memang lebih dirasakan para penyedia konten karena inti dari bisnis mereka ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, teman-teman dari penyedia konten atau CP (<em>content provider</em>) mengunjungi saya. Kedatangan mereka terkait dengan isu yang baru-baru ini menyebabkan dibekukannya layanan konten premium. Mereka cerita isu tersebut sangat memukul industri seluler juga konten.</p>
<p>Harus diakui, dampak buruk penghentian layanan ini memang lebih dirasakan para penyedia konten karena inti dari bisnis mereka adalah konten. Jika layanan konten harus dihentikan, praktis bisnis mereka tidak bisa berjalan.</p>
<p>Walaupun kemungkinan CP yang nakal itu memang bukan isapan jempol, namun tentunya tidak bisa kita anggap semua CP nakal. Sebaliknya, banyak sekali layanan konten yang menawarkan berbagai manfaat positif bagi pelanggannya, misalnya antara lain memudahkan pelanggan mengakses berita, mendapatkan lagu untuk hiburan, mengakses dakwah, juga memudahkan komunikasi dengan teman dan relasi.</p>
<p>Tahukah Anda? Indonesia merupakan pengguna layanan konten dan aplikasi dengan pertumbuhan yang sangat signifikan dan intensif. Hanya sayangnya, konten yang diakses memang kebanyakan masih berasal  dari luar negeri seperti misalnya Facebook dan twitter. Harusnya kita sadar dan termotivasi agar di industri kreatif ini bisa menciptakan konten dan <em>killer-app</em> asli Indonesia. Tetapi melihat perkembangan saat ini, di mana geliat pengembangan aplikasi atau konten sangat pesat, saya yakin dengan potensi yang cukup besar, sebenarnya tinggal menunggu waktu yang tak lama kita bisa menjadi raja di negeri sendiri.</p>
<p>XL sangat mendukung pengembangan konten-konten lokal ini, termasuk di dalamnya RBT dari musisi lokal. Cukup besar perhatian XL untuk mengangkat eksistensi konten lokal dan industri kreatif pada umumnya. Harus disadari, di era digital yang terjadi saat ini dan kemungkinan berlanjut terus ke depan, industri komunikasi dan informasi akan sangat tergantung dengan ketersediaan konten-konten yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat atas berbagai hal.</p>
<p>Akhir kata, mari kita bangkitkan lagi industri konten nasional yang sehat. Jika Anda selaku pengguna layanan XL mengalami masalah terkait dengan layanan premium (<em>Value Added Service</em>/VAS), atau menemukan adanya penyedia konten yang nakal, mohon diinformasikan ke XL melalui email <a href="mailto:customerservice@xl.co.id">customerservice@xl.co.id</a> agar dapat ditindaklanjuti demi kenyamanan Anda dan pengguna XL lainnya. Sementara untuk memeriksa layanan yang terdaftar di kartu XL Anda, bisa melalui <strong>*123*572#</strong>. (HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/perspektif/industri-konten-kreatif-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlunya Perubahan</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/perlunya-perubahan/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/perlunya-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 00:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang dibilang Pak Andrie Wongso,  “Sukses hari ini adalah masa lalu”. Kesuksesan hari ini tidak ada artinya buat hari esok. Harus segera dilihat lagi, ke depannya akan seperti apa?  Apakah tantangannya masih sama, atau sudah berubah? Apakah ada sesuatu yang baru? Apakah ada perubahan yang demikian signifikan? atau hanya berubah sedikit? Begitu juga dengan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang dibilang Pak Andrie Wongso,  “Sukses hari ini adalah masa lalu”. Kesuksesan hari ini tidak ada artinya buat hari esok. Harus segera dilihat lagi, ke depannya akan seperti apa?  Apakah tantangannya masih sama, atau sudah berubah? Apakah ada sesuatu yang baru? Apakah ada perubahan yang demikian signifikan? atau hanya berubah sedikit?</p>
<p>Begitu juga dengan XL saat ini, sudah relatif cukup sukses. Tapi kesuksesan itu sudah menjadi masa lalu. Dunia sudah berubah sekarang. Bahkan perubahan itu lebih cepat dari yang kita perkirakan. Tentunya, mau tidak mau, harus berubah kalau mau menggapai sukses di masa depan.</p>
<p>Mudah atau tidak? Tidak mudah. Kalau hanya sekedar berubah saja tidak cukup. Harus berubah secara signifikan, transformasi. Karena perubahan dunia saat ini sangat cepat, memaksa kita untuk berubah. Kalau hanya mengikuti pasar, itu cuma “perubahan kecil”, “change”. Jangan sampai nanti ketika kita sudah berubah mengikuti pasar, saat itu pasar sudah berubah lagi. Harus bisa antisipasi ke depan, selangkah lebih maju. Berada lebih depan dari pasar, sehingga ketika nanti pasarnya sudah ada, kita sudah siap.</p>
<p>Sebagai contoh, untuk yang suka bepergian, misalnya biasa pakai bis non-AC lalu berubah jadi pakai bis AC atau kereta AC, itu masih sekedar “change”. Tapi kalau berubah jadi naik pesawat, itu baru signifikan. Atau, secara tiba-tiba orang tidak lagi mau naik kendaraan pribadi karena ingin naik MRT (<em>mass rapid transportation</em>), itu baru namanya transformasi. <em>Mindset</em>-nya berubah.</p>
<p>Contoh lainnya, yaitu dalam XL sendiri. Seiring perubahan pasar, maka perlu ada perubahan strategi perusahaan. Selain itu, juga perlu ada perubahan budaya kerja (<em>culture</em>) dan pola pikir (<em>mindset</em>) agar selaras. XL yang dulu direpresentasikan sebagai <em>cheetah</em> pun sekarang tidak cukup lagi. Harus bertransformasi menjadi <em>digital cheetah</em> untuk mengejar pasar yang semakin dikuasai oleh para <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/connected-generation/">C-Gen</a>, di mana <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/perspektif/layanan-data-dan-edukasi/">layanan data</a> lebih dominan serta layanan voice dan SMS semakin ditinggalkan.</p>
<p>Karena perubahan pasar yang cepat ini pula, kita tidak boleh terlambat. Kalau terlambat untuk berubah, maka tidak akan bisa mengejar perubahan itu. Jadi kita juga harus peka melihat perubahan yang terjadi di dunia. Lalu segera bereaksi terhadap perubahan itu. Bergerak selangkah lebih maju untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi di masa depan. (HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/perlunya-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Merayakan Natal 2011 dan Selamat Tahun Baru 2012</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/selamat-merayakan-natal-2011-dan-selamat-tahun-baru-2012/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/selamat-merayakan-natal-2011-dan-selamat-tahun-baru-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 04:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/wp-content/uploads/2011/12/HS-Natal-external-01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-880" title="HS-Natal-Tahunbaru" src="http://www.hasnulsuhaimi.com/wp-content/uploads/2011/12/HS-Natal-external-01.jpg" alt="Selamat Natal dan Tahun Baru" width="480" height="640" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/selamat-merayakan-natal-2011-dan-selamat-tahun-baru-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemenang Kuis Bekerja Sama Bersama-sama</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/pemenang-kuis-bekerja-sama-bersama-sama/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/pemenang-kuis-bekerja-sama-bersama-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 02:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KUIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=873</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih kepada seluruh partisipan yang sudah berkontribusi sebanyak 20 tanggapan di blog saya pada periode 19 Oktober 2011 hingga 30 November 2011. Dan selamat kepada 2 pemenang Kuis Bekerja Sama Bersama-sama berikut: Dede Hermawan Aa Noval Ubaedillah Hadiah akan dikirimkan ke alamat masing-masing pemenang. Untuk teman-teman lain yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena masih ada ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih kepada seluruh partisipan yang sudah berkontribusi sebanyak 20 tanggapan di blog saya pada periode 19 Oktober 2011 hingga 30 November 2011. Dan selamat kepada 2 pemenang <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama/">Kuis</a> <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/bekerja-sama-dan-bekerja-bersama/">Bekerja Sama Bersama-sama</a> berikut:</p>
<ol>
<li>Dede Hermawan</li>
<li>Aa Noval Ubaedillah</li>
</ol>
<p>Hadiah akan dikirimkan ke alamat masing-masing pemenang.</p>
<p>Untuk teman-teman lain yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan untuk ikut serta dalam kuis berikutnya.  Terima kasih atas partisipasinya. Semoga kontribusi teman-teman bisa memberi manfaat untuk para pembaca.</p>
<p>Wassalam</p>
<p>Hasnul Suhaimi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/pemenang-kuis-bekerja-sama-bersama-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuis Bekerja Sama Bersama-sama Ditutup</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama-ditutup/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama-ditutup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 01:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KUIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman,  terimakasih atas partisipasinya dalam kuis bekerja sama bersama-sama, untuk periode 19 Oktober 2011 &#8211; 30November 2011. Mudah-mudahan kontribusi teman-teman di blog ini juga bisa membawa banyak manfaat dan menginspirasi pembaca lainnya. Insya Allah di akhir pekan ini saya akan membaca kontribusi dari teman-teman tersebut dan memilih pemenangnya.  2 (dua) pemenang akan saya umumkan pada Rabu, 7 Desember ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman-teman,  terimakasih atas partisipasinya dalam <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama/">kuis bekerja sama bersama-sama</a>, untuk periode <strong>19 Oktober 2011 &#8211; 30November 2011</strong>. Mudah-mudahan kontribusi teman-teman di blog ini juga bisa membawa banyak manfaat dan menginspirasi pembaca lainnya.</p>
<p>Insya Allah di akhir pekan ini saya akan membaca kontribusi dari teman-teman tersebut dan memilih pemenangnya.  2 (dua) pemenang akan saya umumkan pada <strong>Rabu, 7 Desember 2011</strong>.  Salam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama-ditutup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjuang Mencari Beasiswa</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/berjuang-mencari-beasiswa/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/berjuang-mencari-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 02:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai “orang tehnik”, saya merasa bahwa para engineer memegang peranan paling penting di industri telekomunikasi. Secara logika dan kenyataan lapangan memang begitu di awal karir saya. Tetapi setelah 8 tahun bekerja, saya melihat bahwa ada perubahan di dunia industri dari operation-centric menjadi market-centric. Mendadak peran orang teknik digantikan orang marketing dan sales. Tidak ada jalan lain saya ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai “orang tehnik”, saya merasa bahwa para engineer memegang peranan paling penting di industri telekomunikasi. Secara logika dan kenyataan lapangan memang begitu di awal karir saya. Tetapi setelah 8 tahun bekerja, saya melihat bahwa ada perubahan di dunia industri dari <em>operation-centric</em> menjadi <em>market-centric</em>. Mendadak peran orang teknik digantikan orang marketing dan <em>sales</em>. Tidak ada jalan lain saya harus menyesuaikan diri.</p>
<p>Waktu itu tahun 1989. Hasil diskusi dengan pak Heru Prasetyo, trainer SGV Utomo, saya mendapat jawaban bahwa perhatian dunia bisnis Indonesia sedang beralih dari <em>engineering</em><em> </em>ke <em>social science</em>. Saya disarankan untuk “menyeimbangkan” kemampuan tehnik dengan kemampuan non-tehnik. Menurut beliau akan lebih terbantu melalui pendidikan lebih dulu, yaitu dengan mengambil program MBA (<em>Master of Business Administration</em>). Saya pun diyakinkan untuk belajar di luar negeri. Ide  menarik. Namun pasti biayanya pasti tidak sedikit. Tapi kan ada beasiswa pikir saya!</p>
<p>Setelah mengkompilasi informasi dari berbagai sumber, saya mencoba untuk mendapatkan beasiswa dari Fullbright Foundation. Paralel saya mempersiapkan diri, antara lain dengan kursus Bahasa Inggris (TOEFL). Namun, belum sempat nilai TOEFL saya serahkan, lamaran saya sudah ditolak. Habislah sudah harapan.</p>
<p>Namun saya tidak mau terima begitu saja. Saya telepon Fullbright untuk protes. Saya jelaskan bahwa saya telah berjuang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan telah mendapat nilai TOEFL 573.  Lebih dari cukup untuk kualifikasi beasiswa. Namun tetap saja tidak mengubah keadaan: saya ditolak. Alasannya susah untuk dibantah. Lebih dari 2000 pelamar, tetapi hanya 2 orang yang akan mendapat beasiswa. Jadi hanya dilihat dari berkas-berkas administrasi. Sekali ditolak tidak bisa ditinjau kembali.</p>
<p>Apa saya harus menyerah dan batal melanjutkan pendidikan ke luar negeri?</p>
<p><em>Lucky to have my father</em>, saya diwariskan sifat gigih beliau. Kembali saya menghubungi pihak Fullbright, siapa tahu ada jalan lain untuk mendapatkan beasiswa. Sekali ini yang menerima telepon lebih bersahabat. Beliau bilang memang sayang kalau TOEFL 573 disia-siakan. Saya disarankan untuk menghubungi Ibu Irma di East West Center di Kedutaan Amerika Serikat. Barangkali di sana masih ada kesempatan. Buru-buru saya kontak Ibu Irma yang ternyata pimpinan West Center Jakarta. Sayangnya, ternyata proses penerimaan di sana sudah berjalan, dan telah terpilih 7 orang yang akan menerima beasiswa. Gagal lagi?</p>
<p>Memang terlambat. Tapi tak ada kata menyerah untuk niat baik. Sekali lagi saya coba negosiasi dengan modal nilai TOEFL. Setelah saya yakinkan, Ibu Irma juga sepakat: sayang kalau nilai 573 tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Beliau berjanji untuk mencoba negosiasi dengan kantor pusat East West Center untuk minta tambahan jatah satu orang lagi dari Indonesia. Alhamdulillah, saya berhasil menjadi orang ke delapan yang menerima beasiswa di saat proses penerimaan sudah selesai. Kegigihan berbuah manis. Saya terbang ke Amerika untuk mengambil program MBA di University of Hawaii selama 2 tahun. Ilmu pelengkap yang memegang peranan penting dalam menunjang karir saya di kemudian hari. Istri dan putri sulung saya bawa serta ke sana. Di sana pula saya dikaruniai seorang anak laki-laki.</p>
<p>Belajar gigih, bekerja gigih. Dengan niat yang baik, kerja keras akan berbuah manis. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. (HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/berjuang-mencari-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Berbisnis Saat Kuliah</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/belajar-berbisnis-saat-kuliah/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/belajar-berbisnis-saat-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 03:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=860</guid>
		<description><![CDATA[Kemampuan berbisnis tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diasah. Masalahnya adalah, banyak orang yang baru mengasah kemampuan berbisnisnya setelah ia harus menggunakan kemampuan itu. Padahal sebaiknya kemampuan itu diasah jauh-jauh sebelum digunakan. Jadi ketika dibutuhkan, kita sudah siap. Di dunia bisnis tentunya tak lepas dari negosiasi dan kerjasama dengan mitra kita. Agar hubungan dengan mitra ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemampuan berbisnis tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diasah. Masalahnya adalah, banyak orang yang baru mengasah kemampuan berbisnisnya setelah ia harus menggunakan kemampuan itu. Padahal sebaiknya kemampuan itu diasah jauh-jauh sebelum digunakan. Jadi ketika dibutuhkan, kita sudah siap.</p>
<p>Di dunia bisnis tentunya tak lepas dari negosiasi dan kerjasama dengan mitra kita. Agar hubungan dengan mitra dapat berjalan dengan baik dan lancar, tentunya kemampuan negosiasi dan bermitra ini harus dimiliki. Juga kemampuan berorganisasi untuk mengasah kemampuan bekerja dengan tim.</p>
<p>Saya sendiri mengikuti organisasi kegiatan kampus seperti Liga Film Mahasiswa (LFM). Saya memilih LFM karena saya pikir kegiatan ini sesuai dengan hobi saya, yakni nonton film. Di LFM saya banyak belajar tentang bagaimana berorganisasi dan teamwork dengan teman. Bagaimana bernegosiasi dan berdiskusi, baik dengan rekan satu tim maupun dengan mitra bisnis, terkadang harus dengan coba-coba. Itu yang kita perlu untuk belajar.</p>
<p>Yang menarik adalah, saya ditugaskan untuk menyewa film ke distributor film. Awalnya saya pikir ini gampang, tinggal tanya saja: “Ada filmnya? Berapa harganya?” Beres. Ternyata tidak segampang itu. Ini bisnis. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan: Filmnya bakal laku atau tidak? Apakah filmnya agak rusak karena sudah kelamaan diputar? Belum lagi, terkadang pihak distributor tidak mau menyewakan film-film terbaru. Namun saya justru merasa tertantang.</p>
<p>Ketika film disewakan mahal, kita harus berani ambil resiko. Tentunya kalau film itu laku, maka keuntungan juga akan semakin tinggi, bisa untuk menutupi kenaikan harga filmnya. Di sini saya belajar mengambil resiko untuk <em>return</em> yang lebih besar. Kalau rugi, paling saya dimarahi <em>kan</em>? Semua itu waktu masih kuliah, kalau sudah kerja tentunya sulit. Jadi memang waktunya untuk belajar.</p>
<p>Lain lagi ketika distributor tidak mau menyewakan. Harus bernegosiasi agar bisa mendapatkan film tertentu. Distributor takut kalau kita putar filmnya duluan nanti mengganggu pasar bioskop. Saya waktu itu mencoba meyakinkan bahwa pasarnya beda antara bioskop kampus dengan bioskop komersial. “Bioskop kampus kami kecil, Pak. <em>Gak</em> semua orang kebagian nonton jadinya. Yang gak kebagian nanti bakal lari ke bioskop”, begitu kata saya. Eh, distributor percaya dan kami pun disewakan film-film baru.</p>
<p>Kita tidak akan tahu kita berhasil atau tidak kalau kita tidak mau mencoba. Saat kuliah jangan Cuma berhubungan dengan sesama mahasiswa, tapi belajarlah meraba dunia bisnis. Itu yang selalu saya bawa ke mana-mana.  Jadi, ketika memasuki dunia kerja, kita sudah punya pengalaman sebagai modal dasar. <em>Never say can not do, we can do! </em>(HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/belajar-berbisnis-saat-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuis Bekerja Sama Bersama-sama</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 03:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KUIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya, saya sudah berbagi melalui tulisan saya tentang bagaimana bekerja sama dan bekerja bersama-sama. Sekarang mungkin saatnya kita bertukar pikiran. Mungkin Anda memiliki tips, ide, atau sekedar opini mengenai bekerja bersama-sama. Atau bahkan Anda punya pengalaman menarik terkait bekerja bersama? Mungkin bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi pembaca. Sebagai bentuk apresiasi, saya akan memilih 2 tulisan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya, saya sudah berbagi melalui tulisan saya tentang bagaimana <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/bekerja-sama-dan-bekerja-bersama/">bekerja sama dan bekerja bersama-sama</a>. Sekarang mungkin saatnya kita bertukar pikiran. Mungkin Anda memiliki tips, ide, atau sekedar opini mengenai bekerja bersama-sama. Atau bahkan Anda punya pengalaman menarik terkait bekerja bersama? Mungkin bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi pembaca.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi, saya akan memilih 2 tulisan terbaik yang berhak untuk mendapatkan hadiah menarik dari <strong>XL </strong>berupa 2 unit ponsel.</p>
<p>Saya menunggu kiriman tulisan Anda sampai batas akhir pada <strong>30 November 2011</strong>. Tulisan Anda boleh diposting di blog masing-masing, atau di kolom komentar blog saya ini dengan mencantumkan nama lengkap, email, serta nomor ponsel. Nomor ponsel tidak akan dipublikasikan untuk menjaga privasi Anda. Untuk yang menulis di blog masing-masing, tolong berikan link tulisannya di blog saya ini. Pemenang akan diumumkan pada <strong>7 Desember 2011</strong>.</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

