<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Hasnul Suhaimi</title>
	<atom:link href="http://www.hasnulsuhaimi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hasnulsuhaimi.com</link>
	<description>Hasnul Suhaimi&#039;s weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jan 2012 02:28:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Industri Konten Kreatif Indonesia</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/perspektif/industri-konten-kreatif-indonesia/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/perspektif/industri-konten-kreatif-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 02:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=889</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, teman-teman dari penyedia konten atau CP (content provider) mengunjungi saya. Kedatangan mereka terkait dengan isu yang baru-baru ini menyebabkan dibekukannya layanan konten premium. Mereka cerita isu tersebut sangat memukul industri seluler juga konten. Harus diakui, dampak buruk penghentian layanan ini memang lebih dirasakan para penyedia konten karena inti dari bisnis mereka ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, teman-teman dari penyedia konten atau CP (<em>content provider</em>) mengunjungi saya. Kedatangan mereka terkait dengan isu yang baru-baru ini menyebabkan dibekukannya layanan konten premium. Mereka cerita isu tersebut sangat memukul industri seluler juga konten.</p>
<p>Harus diakui, dampak buruk penghentian layanan ini memang lebih dirasakan para penyedia konten karena inti dari bisnis mereka adalah konten. Jika layanan konten harus dihentikan, praktis bisnis mereka tidak bisa berjalan.</p>
<p>Walaupun kemungkinan CP yang nakal itu memang bukan isapan jempol, namun tentunya tidak bisa kita anggap semua CP nakal. Sebaliknya, banyak sekali layanan konten yang menawarkan berbagai manfaat positif bagi pelanggannya, misalnya antara lain memudahkan pelanggan mengakses berita, mendapatkan lagu untuk hiburan, mengakses dakwah, juga memudahkan komunikasi dengan teman dan relasi.</p>
<p>Tahukah Anda? Indonesia merupakan pengguna layanan konten dan aplikasi dengan pertumbuhan yang sangat signifikan dan intensif. Hanya sayangnya, konten yang diakses memang kebanyakan masih berasal  dari luar negeri seperti misalnya Facebook dan twitter. Harusnya kita sadar dan termotivasi agar di industri kreatif ini bisa menciptakan konten dan <em>killer-app</em> asli Indonesia. Tetapi melihat perkembangan saat ini, di mana geliat pengembangan aplikasi atau konten sangat pesat, saya yakin dengan potensi yang cukup besar, sebenarnya tinggal menunggu waktu yang tak lama kita bisa menjadi raja di negeri sendiri.</p>
<p>XL sangat mendukung pengembangan konten-konten lokal ini, termasuk di dalamnya RBT dari musisi lokal. Cukup besar perhatian XL untuk mengangkat eksistensi konten lokal dan industri kreatif pada umumnya. Harus disadari, di era digital yang terjadi saat ini dan kemungkinan berlanjut terus ke depan, industri komunikasi dan informasi akan sangat tergantung dengan ketersediaan konten-konten yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat atas berbagai hal.</p>
<p>Akhir kata, mari kita bangkitkan lagi industri konten nasional yang sehat. Jika Anda selaku pengguna layanan XL mengalami masalah terkait dengan layanan premium (<em>Value Added Service</em>/VAS), atau menemukan adanya penyedia konten yang nakal, mohon diinformasikan ke XL melalui email <a href="mailto:customerservice@xl.co.id">customerservice@xl.co.id</a> agar dapat ditindaklanjuti demi kenyamanan Anda dan pengguna XL lainnya. Sementara untuk memeriksa layanan yang terdaftar di kartu XL Anda, bisa melalui <strong>*123*572#</strong>. (HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/perspektif/industri-konten-kreatif-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlunya Perubahan</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/perlunya-perubahan/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/perlunya-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 00:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang dibilang Pak Andrie Wongso,  “Sukses hari ini adalah masa lalu”. Kesuksesan hari ini tidak ada artinya buat hari esok. Harus segera dilihat lagi, ke depannya akan seperti apa?  Apakah tantangannya masih sama, atau sudah berubah? Apakah ada sesuatu yang baru? Apakah ada perubahan yang demikian signifikan? atau hanya berubah sedikit? Begitu juga dengan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang dibilang Pak Andrie Wongso,  “Sukses hari ini adalah masa lalu”. Kesuksesan hari ini tidak ada artinya buat hari esok. Harus segera dilihat lagi, ke depannya akan seperti apa?  Apakah tantangannya masih sama, atau sudah berubah? Apakah ada sesuatu yang baru? Apakah ada perubahan yang demikian signifikan? atau hanya berubah sedikit?</p>
<p>Begitu juga dengan XL saat ini, sudah relatif cukup sukses. Tapi kesuksesan itu sudah menjadi masa lalu. Dunia sudah berubah sekarang. Bahkan perubahan itu lebih cepat dari yang kita perkirakan. Tentunya, mau tidak mau, harus berubah kalau mau menggapai sukses di masa depan.</p>
<p>Mudah atau tidak? Tidak mudah. Kalau hanya sekedar berubah saja tidak cukup. Harus berubah secara signifikan, transformasi. Karena perubahan dunia saat ini sangat cepat, memaksa kita untuk berubah. Kalau hanya mengikuti pasar, itu cuma “perubahan kecil”, “change”. Jangan sampai nanti ketika kita sudah berubah mengikuti pasar, saat itu pasar sudah berubah lagi. Harus bisa antisipasi ke depan, selangkah lebih maju. Berada lebih depan dari pasar, sehingga ketika nanti pasarnya sudah ada, kita sudah siap.</p>
<p>Sebagai contoh, untuk yang suka bepergian, misalnya biasa pakai bis non-AC lalu berubah jadi pakai bis AC atau kereta AC, itu masih sekedar “change”. Tapi kalau berubah jadi naik pesawat, itu baru signifikan. Atau, secara tiba-tiba orang tidak lagi mau naik kendaraan pribadi karena ingin naik MRT (<em>mass rapid transportation</em>), itu baru namanya transformasi. <em>Mindset</em>-nya berubah.</p>
<p>Contoh lainnya, yaitu dalam XL sendiri. Seiring perubahan pasar, maka perlu ada perubahan strategi perusahaan. Selain itu, juga perlu ada perubahan budaya kerja (<em>culture</em>) dan pola pikir (<em>mindset</em>) agar selaras. XL yang dulu direpresentasikan sebagai <em>cheetah</em> pun sekarang tidak cukup lagi. Harus bertransformasi menjadi <em>digital cheetah</em> untuk mengejar pasar yang semakin dikuasai oleh para <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/connected-generation/">C-Gen</a>, di mana <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/perspektif/layanan-data-dan-edukasi/">layanan data</a> lebih dominan serta layanan voice dan SMS semakin ditinggalkan.</p>
<p>Karena perubahan pasar yang cepat ini pula, kita tidak boleh terlambat. Kalau terlambat untuk berubah, maka tidak akan bisa mengejar perubahan itu. Jadi kita juga harus peka melihat perubahan yang terjadi di dunia. Lalu segera bereaksi terhadap perubahan itu. Bergerak selangkah lebih maju untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi di masa depan. (HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/perlunya-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Merayakan Natal 2011 dan Selamat Tahun Baru 2012</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/selamat-merayakan-natal-2011-dan-selamat-tahun-baru-2012/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/selamat-merayakan-natal-2011-dan-selamat-tahun-baru-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 04:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/wp-content/uploads/2011/12/HS-Natal-external-01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-880" title="HS-Natal-Tahunbaru" src="http://www.hasnulsuhaimi.com/wp-content/uploads/2011/12/HS-Natal-external-01.jpg" alt="Selamat Natal dan Tahun Baru" width="480" height="640" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/selamat-merayakan-natal-2011-dan-selamat-tahun-baru-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemenang Kuis Bekerja Sama Bersama-sama</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/pemenang-kuis-bekerja-sama-bersama-sama/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/pemenang-kuis-bekerja-sama-bersama-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 02:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KUIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=873</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih kepada seluruh partisipan yang sudah berkontribusi sebanyak 20 tanggapan di blog saya pada periode 19 Oktober 2011 hingga 30 November 2011. Dan selamat kepada 2 pemenang Kuis Bekerja Sama Bersama-sama berikut: Dede Hermawan Aa Noval Ubaedillah Hadiah akan dikirimkan ke alamat masing-masing pemenang. Untuk teman-teman lain yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena masih ada ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih kepada seluruh partisipan yang sudah berkontribusi sebanyak 20 tanggapan di blog saya pada periode 19 Oktober 2011 hingga 30 November 2011. Dan selamat kepada 2 pemenang <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama/">Kuis</a> <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/bekerja-sama-dan-bekerja-bersama/">Bekerja Sama Bersama-sama</a> berikut:</p>
<ol>
<li>Dede Hermawan</li>
<li>Aa Noval Ubaedillah</li>
</ol>
<p>Hadiah akan dikirimkan ke alamat masing-masing pemenang.</p>
<p>Untuk teman-teman lain yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan untuk ikut serta dalam kuis berikutnya.  Terima kasih atas partisipasinya. Semoga kontribusi teman-teman bisa memberi manfaat untuk para pembaca.</p>
<p>Wassalam</p>
<p>Hasnul Suhaimi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/pemenang-kuis-bekerja-sama-bersama-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuis Bekerja Sama Bersama-sama Ditutup</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama-ditutup/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama-ditutup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 01:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KUIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman,  terimakasih atas partisipasinya dalam kuis bekerja sama bersama-sama, untuk periode 19 Oktober 2011 &#8211; 30November 2011. Mudah-mudahan kontribusi teman-teman di blog ini juga bisa membawa banyak manfaat dan menginspirasi pembaca lainnya. Insya Allah di akhir pekan ini saya akan membaca kontribusi dari teman-teman tersebut dan memilih pemenangnya.  2 (dua) pemenang akan saya umumkan pada Rabu, 7 Desember ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman-teman,  terimakasih atas partisipasinya dalam <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama/">kuis bekerja sama bersama-sama</a>, untuk periode <strong>19 Oktober 2011 &#8211; 30November 2011</strong>. Mudah-mudahan kontribusi teman-teman di blog ini juga bisa membawa banyak manfaat dan menginspirasi pembaca lainnya.</p>
<p>Insya Allah di akhir pekan ini saya akan membaca kontribusi dari teman-teman tersebut dan memilih pemenangnya.  2 (dua) pemenang akan saya umumkan pada <strong>Rabu, 7 Desember 2011</strong>.  Salam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama-ditutup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjuang Mencari Beasiswa</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/berjuang-mencari-beasiswa/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/berjuang-mencari-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 02:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai “orang tehnik”, saya merasa bahwa para engineer memegang peranan paling penting di industri telekomunikasi. Secara logika dan kenyataan lapangan memang begitu di awal karir saya. Tetapi setelah 8 tahun bekerja, saya melihat bahwa ada perubahan di dunia industri dari operation-centric menjadi market-centric. Mendadak peran orang teknik digantikan orang marketing dan sales. Tidak ada jalan lain saya ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai “orang tehnik”, saya merasa bahwa para engineer memegang peranan paling penting di industri telekomunikasi. Secara logika dan kenyataan lapangan memang begitu di awal karir saya. Tetapi setelah 8 tahun bekerja, saya melihat bahwa ada perubahan di dunia industri dari <em>operation-centric</em> menjadi <em>market-centric</em>. Mendadak peran orang teknik digantikan orang marketing dan <em>sales</em>. Tidak ada jalan lain saya harus menyesuaikan diri.</p>
<p>Waktu itu tahun 1989. Hasil diskusi dengan pak Heru Prasetyo, trainer SGV Utomo, saya mendapat jawaban bahwa perhatian dunia bisnis Indonesia sedang beralih dari <em>engineering</em><em> </em>ke <em>social science</em>. Saya disarankan untuk “menyeimbangkan” kemampuan tehnik dengan kemampuan non-tehnik. Menurut beliau akan lebih terbantu melalui pendidikan lebih dulu, yaitu dengan mengambil program MBA (<em>Master of Business Administration</em>). Saya pun diyakinkan untuk belajar di luar negeri. Ide  menarik. Namun pasti biayanya pasti tidak sedikit. Tapi kan ada beasiswa pikir saya!</p>
<p>Setelah mengkompilasi informasi dari berbagai sumber, saya mencoba untuk mendapatkan beasiswa dari Fullbright Foundation. Paralel saya mempersiapkan diri, antara lain dengan kursus Bahasa Inggris (TOEFL). Namun, belum sempat nilai TOEFL saya serahkan, lamaran saya sudah ditolak. Habislah sudah harapan.</p>
<p>Namun saya tidak mau terima begitu saja. Saya telepon Fullbright untuk protes. Saya jelaskan bahwa saya telah berjuang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan telah mendapat nilai TOEFL 573.  Lebih dari cukup untuk kualifikasi beasiswa. Namun tetap saja tidak mengubah keadaan: saya ditolak. Alasannya susah untuk dibantah. Lebih dari 2000 pelamar, tetapi hanya 2 orang yang akan mendapat beasiswa. Jadi hanya dilihat dari berkas-berkas administrasi. Sekali ditolak tidak bisa ditinjau kembali.</p>
<p>Apa saya harus menyerah dan batal melanjutkan pendidikan ke luar negeri?</p>
<p><em>Lucky to have my father</em>, saya diwariskan sifat gigih beliau. Kembali saya menghubungi pihak Fullbright, siapa tahu ada jalan lain untuk mendapatkan beasiswa. Sekali ini yang menerima telepon lebih bersahabat. Beliau bilang memang sayang kalau TOEFL 573 disia-siakan. Saya disarankan untuk menghubungi Ibu Irma di East West Center di Kedutaan Amerika Serikat. Barangkali di sana masih ada kesempatan. Buru-buru saya kontak Ibu Irma yang ternyata pimpinan West Center Jakarta. Sayangnya, ternyata proses penerimaan di sana sudah berjalan, dan telah terpilih 7 orang yang akan menerima beasiswa. Gagal lagi?</p>
<p>Memang terlambat. Tapi tak ada kata menyerah untuk niat baik. Sekali lagi saya coba negosiasi dengan modal nilai TOEFL. Setelah saya yakinkan, Ibu Irma juga sepakat: sayang kalau nilai 573 tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Beliau berjanji untuk mencoba negosiasi dengan kantor pusat East West Center untuk minta tambahan jatah satu orang lagi dari Indonesia. Alhamdulillah, saya berhasil menjadi orang ke delapan yang menerima beasiswa di saat proses penerimaan sudah selesai. Kegigihan berbuah manis. Saya terbang ke Amerika untuk mengambil program MBA di University of Hawaii selama 2 tahun. Ilmu pelengkap yang memegang peranan penting dalam menunjang karir saya di kemudian hari. Istri dan putri sulung saya bawa serta ke sana. Di sana pula saya dikaruniai seorang anak laki-laki.</p>
<p>Belajar gigih, bekerja gigih. Dengan niat yang baik, kerja keras akan berbuah manis. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. (HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/berjuang-mencari-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Berbisnis Saat Kuliah</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/belajar-berbisnis-saat-kuliah/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/belajar-berbisnis-saat-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 03:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=860</guid>
		<description><![CDATA[Kemampuan berbisnis tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diasah. Masalahnya adalah, banyak orang yang baru mengasah kemampuan berbisnisnya setelah ia harus menggunakan kemampuan itu. Padahal sebaiknya kemampuan itu diasah jauh-jauh sebelum digunakan. Jadi ketika dibutuhkan, kita sudah siap. Di dunia bisnis tentunya tak lepas dari negosiasi dan kerjasama dengan mitra kita. Agar hubungan dengan mitra ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemampuan berbisnis tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diasah. Masalahnya adalah, banyak orang yang baru mengasah kemampuan berbisnisnya setelah ia harus menggunakan kemampuan itu. Padahal sebaiknya kemampuan itu diasah jauh-jauh sebelum digunakan. Jadi ketika dibutuhkan, kita sudah siap.</p>
<p>Di dunia bisnis tentunya tak lepas dari negosiasi dan kerjasama dengan mitra kita. Agar hubungan dengan mitra dapat berjalan dengan baik dan lancar, tentunya kemampuan negosiasi dan bermitra ini harus dimiliki. Juga kemampuan berorganisasi untuk mengasah kemampuan bekerja dengan tim.</p>
<p>Saya sendiri mengikuti organisasi kegiatan kampus seperti Liga Film Mahasiswa (LFM). Saya memilih LFM karena saya pikir kegiatan ini sesuai dengan hobi saya, yakni nonton film. Di LFM saya banyak belajar tentang bagaimana berorganisasi dan teamwork dengan teman. Bagaimana bernegosiasi dan berdiskusi, baik dengan rekan satu tim maupun dengan mitra bisnis, terkadang harus dengan coba-coba. Itu yang kita perlu untuk belajar.</p>
<p>Yang menarik adalah, saya ditugaskan untuk menyewa film ke distributor film. Awalnya saya pikir ini gampang, tinggal tanya saja: “Ada filmnya? Berapa harganya?” Beres. Ternyata tidak segampang itu. Ini bisnis. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan: Filmnya bakal laku atau tidak? Apakah filmnya agak rusak karena sudah kelamaan diputar? Belum lagi, terkadang pihak distributor tidak mau menyewakan film-film terbaru. Namun saya justru merasa tertantang.</p>
<p>Ketika film disewakan mahal, kita harus berani ambil resiko. Tentunya kalau film itu laku, maka keuntungan juga akan semakin tinggi, bisa untuk menutupi kenaikan harga filmnya. Di sini saya belajar mengambil resiko untuk <em>return</em> yang lebih besar. Kalau rugi, paling saya dimarahi <em>kan</em>? Semua itu waktu masih kuliah, kalau sudah kerja tentunya sulit. Jadi memang waktunya untuk belajar.</p>
<p>Lain lagi ketika distributor tidak mau menyewakan. Harus bernegosiasi agar bisa mendapatkan film tertentu. Distributor takut kalau kita putar filmnya duluan nanti mengganggu pasar bioskop. Saya waktu itu mencoba meyakinkan bahwa pasarnya beda antara bioskop kampus dengan bioskop komersial. “Bioskop kampus kami kecil, Pak. <em>Gak</em> semua orang kebagian nonton jadinya. Yang gak kebagian nanti bakal lari ke bioskop”, begitu kata saya. Eh, distributor percaya dan kami pun disewakan film-film baru.</p>
<p>Kita tidak akan tahu kita berhasil atau tidak kalau kita tidak mau mencoba. Saat kuliah jangan Cuma berhubungan dengan sesama mahasiswa, tapi belajarlah meraba dunia bisnis. Itu yang selalu saya bawa ke mana-mana.  Jadi, ketika memasuki dunia kerja, kita sudah punya pengalaman sebagai modal dasar. <em>Never say can not do, we can do! </em>(HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/jurnal/belajar-berbisnis-saat-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuis Bekerja Sama Bersama-sama</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 03:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KUIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya, saya sudah berbagi melalui tulisan saya tentang bagaimana bekerja sama dan bekerja bersama-sama. Sekarang mungkin saatnya kita bertukar pikiran. Mungkin Anda memiliki tips, ide, atau sekedar opini mengenai bekerja bersama-sama. Atau bahkan Anda punya pengalaman menarik terkait bekerja bersama? Mungkin bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi pembaca. Sebagai bentuk apresiasi, saya akan memilih 2 tulisan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya, saya sudah berbagi melalui tulisan saya tentang bagaimana <a href="http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/bekerja-sama-dan-bekerja-bersama/">bekerja sama dan bekerja bersama-sama</a>. Sekarang mungkin saatnya kita bertukar pikiran. Mungkin Anda memiliki tips, ide, atau sekedar opini mengenai bekerja bersama-sama. Atau bahkan Anda punya pengalaman menarik terkait bekerja bersama? Mungkin bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi pembaca.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi, saya akan memilih 2 tulisan terbaik yang berhak untuk mendapatkan hadiah menarik dari <strong>XL </strong>berupa 2 unit ponsel.</p>
<p>Saya menunggu kiriman tulisan Anda sampai batas akhir pada <strong>30 November 2011</strong>. Tulisan Anda boleh diposting di blog masing-masing, atau di kolom komentar blog saya ini dengan mencantumkan nama lengkap, email, serta nomor ponsel. Nomor ponsel tidak akan dipublikasikan untuk menjaga privasi Anda. Untuk yang menulis di blog masing-masing, tolong berikan link tulisannya di blog saya ini. Pemenang akan diumumkan pada <strong>7 Desember 2011</strong>.</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/kuis/kuis-bekerja-sama-bersama-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekerja Sama dan Bekerja Bersama</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/bekerja-sama-dan-bekerja-bersama/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/bekerja-sama-dan-bekerja-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 01:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Kerja tim atau teamwork tentunya dibutuhkan di dalam organisasi atau perusahaan. Selaras dengan budaya gotong royong di Indonesia, tentunya bekerja tim ini bukanlah sesuatu hal yang asing lagi di masyarakat Indonesia. Terlihat sebagai sesuatu yang sederhana dan mudah, namun aplikasinya tidak seperti itu. Bekerja sama tentunya mengharuskan kita untuk bersama-sama mengerjakan sesuatu pekerjaan. Tetapi, bukan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kerja tim atau <em>teamwork</em> tentunya dibutuhkan di dalam organisasi atau perusahaan. Selaras dengan budaya gotong royong di Indonesia, tentunya bekerja tim ini bukanlah sesuatu hal yang asing lagi di masyarakat Indonesia. Terlihat sebagai sesuatu yang sederhana dan mudah, namun aplikasinya tidak seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bekerja sama tentunya mengharuskan kita untuk bersama-sama mengerjakan sesuatu pekerjaan. Tetapi, bukan hanya pekerjaannya yang dilakukan bersama-sama, namun di dalam hatinya pun harus bekerja bersama-sama dengan ikhlas. Bekerja dengan setulus hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Inti dari kerjasama adalah mau memberi dan mau menerima, mau membantu dan mau dibantu. Yang paling berat sebenarnya adalah dibantu, bukan membantu. Orang bisa gampang membantu timnya, tetapi orang suka kesal kalau dibantu oleh orang lain, karena merasa sudah mampu melakukan pekerjaan tersebut tanpa bantuan orang lain. Ini yang mesti dihindari. Saya artikan <em>teamwork</em> sebagai itu. Bekerja bersama-sama, hatinya bersama-sama, pun saling bantu-membantu.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal lagi selain bantu-membantu adalah saling memberitahu. Sama halnya dengan bantu-membantu, di dalam kerja tim orang senang memberitahu tetapi terkadang suka kesal kalau diberitahu karena merasa diajari. Jika seseorang bisa membantu dan juga dibantu, maka lebih mudah baginya untuk mengembangkan diri dan berkolaborasi dengan tim. (HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/bekerja-sama-dan-bekerja-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terlibat dan Berpartisipasi dalam Pekerjaan</title>
		<link>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/terlibat-dan-berpartisipasi-dalam-pekerjaan/</link>
		<comments>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/terlibat-dan-berpartisipasi-dalam-pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 03:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasnul Suhaimi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasnulsuhaimi.com/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[Banyak hal yang saya pelajari di awal karir saya. Sebagai orang baru di dunia kerja, tentunya kita perlu mempelajari banyak hal baru di dunia kerja. Salah satunya adalah terlibat dan berpartisipasi aktif dalam lingkungan kerja. Reach out! Gunakan sumber daya yang kita miliki untuk mengerjakan pekerjaan kita 75%. Sisa pekerjaan kita yang 25% kita delegasikan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak hal yang saya pelajari di awal karir saya. Sebagai orang baru di dunia kerja, tentunya kita perlu mempelajari banyak hal baru di dunia kerja. Salah satunya adalah terlibat dan berpartisipasi aktif dalam lingkungan kerja.</p>
<p><em>Reach out!</em> Gunakan sumber daya yang kita miliki untuk mengerjakan pekerjaan kita 75%. Sisa pekerjaan kita yang 25% kita delegasikan kepada bawahan kita agar mereka bisa maju. Juga 25% sisa sumber daya kita gunakan untuk mengerjakan pekerjaan atasan kita dan membantu pekerjaan teman-teman yang lain. Jangan menutup diri pada bidang pekerjaan kita saja. Itu kuncinya. Jika memungkinkan, bantu teman-teman kita dalam melaksanakan pekerjaannya. Beri masukan dari sudut pandang kita dan bantu jika bisa.</p>
<p>Selain bisa bekerja sama dalam unit termasuk dengan atasan, kita juga harus menjalin kerjasama dengan fungsi-fungsi lain, ini demi pengembangan diri sendiri. Misalnya, kita mendapat informasi bahwa ada masalah di luar, yang terkait dengan bagian tertentu perusahaan kita, tidak ada salahnya kita coba beri masukan walaupun masalah itu tidak ada hubungannya dengan bagian kita. Sehingga, orang akan merasa bahwa kita <em>helpful</em>. Teman-teman jadi tidak sungkan untuk datang bertanya atau meminta bantuan kepada kita. Hubungan jadi dekat. Bangun dan jaga hubungan silaturahmi (<em>relationship</em>) dengan teman-teman itu. Kita akan dikenal baik di mana-mana.</p>
<p>Saya dulu lakukan itu. Waktu saya di bagian teknik, saya melihat ada masalah di pasar, dan saya pun memberi tahu teman-teman di bagian pemasaran. “<em>Eh</em>, itu ada masalah di pasar. Teman-teman di pasar melihat orang <em>sales</em> kita kurang pendekatan ke pasar. Secara teknis sih tidak ada masalah, tapi kalau ada masalah teknis silakan beritahu saya.” Jawaban mereka, “Oh, gak bisa.” Lalu saya jawab, “Ya <em>gak</em> apa-apa, saya kan <em>cuma</em> <em>kasih</em> masukan saja”. Dua minggu kemudian mereka kembali ke saya, “Oh iya, orang <em>sales</em> kita kurang pendekatan. Pasar itu <em>pengen</em> <em>nambah</em> ini-itu”. Lama-lama akhirnya mereka pun jadi tidak sungkan bertanya, “Hasnul, ada masukan lagi <em>gak nih</em>?”</p>
<p>Selain dengan bagian pemasaran, hal yang sama juga saya lakukan ke bagian lainnya. Sehingga teman-teman dari berbagai bagian tidak sungkan untuk datang dan bertanya jika ada yang tidak jelas atau sekedar minta komentar. Lama-lama kita punya hubungan baik ke semua tempat. Saling berbagi pengetahuan. Sampai pada saat promosi, kita mengenal semua orang. Ini memudahkan kita. Dan, pada saatnya nanti kita jadi pimpinan, tidak terlalu berat membayangkan apa yang dilakukan oleh bagian-bagian tersebut, karena walaupun kita belum pernah bekerja di bagian itu, tapi kita sudah tahu sedikit-banyak tentang bagian tersebut.</p>
<p>Contoh lain, saat rapat misalnya. Walaupun tidak terlalu terkait dengan bagian kita, usahakan untuk mengatakan sesuatu, jangan diam saja. <em>Say something! </em>Kita harus berkontribusi! Biasa berkomentar akan melatih kita untuk terbiasa berpikir kreatif, berbicara di depan umum, dan memberi solusi. Misalnya ada regulasi baru, walaupun kita orang teknis, berikan pandangan kita. Jadi orang melihat bahwa kita walaupun orang teknis juga tetap bisa memberi masukan. Pandangan pimpinan juga akan terbuka, bahwa bawahannya punya kemampuan dan potensi.</p>
<p>Saya juga lihat banyak orang yang sering memberi bantuan tapi tidak suka jika dibantu, menurut saya inipun suatu kesalahan yang bisa menghambat kita dan perusahaan. Ada kalanya kita membantu tapi kita juga harus bersedia dan terbuka untuk menerima bantuan dan masukan dari luar. Ini pun sebetulnya bagian dari menjalin <em>relation</em> juga, mungkin tidak semua bagian di perusahaan peduli dengan apa yang kita kerjakan. Paling-paling hanya beberapa bagian yang berhubungan langsung dengan kita saja. Ini yang saya pelajari pelan-pelan saat bekerja. Ke mana pun kita, coba jelaskan sedikit-sedikit mengenai bagian kita. Jadi, unit lain bisa mengerti lebih baik mengenai bagian kita dan kadangkala langsung memberi masukkan dan info penting jika mereka tahu.</p>
<p><em>That’s the point, building relationship</em>. <em>Be a helpful person</em>.</p>
<p>Mudah-mudahan pengalaman ini bisa bermanfaat untuk teman-teman pembaca. Apakah teman-teman punya tips atau pengalaman menarik di awal karir? (HS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasnulsuhaimi.com/manajemen/terlibat-dan-berpartisipasi-dalam-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

